Fenomena unik mewarnai dunia kuliner digital belakangan ini. Seorang kreator konten memicu perbincangan hangat di kalangan warganet dengan membagikan berbagai kreasi resep inovatif. Keunikan resep tersebut terletak pada penggantian bahan utama sumber karbohidrat tradisional dengan kimpul. Pertanyaan pun mengemuka: apa sebenarnya kimpul itu dan mengapa ia menjadi bahan perbincangan?
Kimpul, yang juga dikenal dengan nama talas Jepang atau taro, merupakan umbi-umbian yang memiliki tekstur lembut dan rasa manis ringan setelah diolah. Di Indonesia, kimpul seringkali diolah menjadi berbagai jajanan tradisional maupun hidangan pendamping. Namun, tren yang diangkat oleh kreator konten tersebut membawa kimpul ke level yang lebih luas, menjadikannya alternatif sumber karbohidrat dalam berbagai hidangan.
Menanggapi viralnya penggunaan kimpul sebagai pengganti karbohidrat, ahli gizi Dr. Diana Suganda, M.Kes., Sp.GK., memberikan pandangannya. Menurut Dr. Diana, kimpul memang memiliki potensi sebagai sumber karbohidrat. Ia menjelaskan bahwa kimpul tersusun atas karbohidrat kompleks, yang berarti tubuh mencernanya secara perlahan, sehingga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. “Kimpul itu kan karbohidrat. Di dalamnya ada seratnya juga, jadi baguslah untuk pencernaan,” ujar Dr. Diana.
Lebih lanjut, Dr. Diana menekankan pentingnya cara pengolahan kimpul. Seperti halnya bahan pangan lain, metode memasak dapat memengaruhi nilai gizi dan potensi dampaknya bagi kesehatan. Ia menyarankan agar kimpul diolah dengan cara yang sehat, misalnya direbus, dikukus, atau dipanggang, dibandingkan dengan digoreng dalam minyak yang banyak. “Kalau digoreng ya sama saja jadi banyak lemaknya,” tambahnya.
Penggunaan kimpul sebagai alternatif karbohidrat juga membuka peluang bagi individu yang memiliki sensitivitas terhadap karbohidrat lain seperti nasi atau roti. Namun, Dr. Diana mengingatkan bahwa keseimbangan nutrisi tetap menjadi kunci. “Semua makanan kalau berlebihan juga tidak baik. Jadi, porsi yang tepat itu penting,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kimpul dapat dikombinasikan dengan sumber protein dan lemak sehat untuk menciptakan hidangan yang lebih bernutrisi dan seimbang.
Dengan semakin banyaknya kreator konten yang bereksperimen dengan bahan pangan lokal, tren kimpul ini menunjukkan potensi kekayaan kuliner Indonesia yang dapat diadaptasi menjadi pilihan makanan yang lebih sehat dan menarik. Penggunaan kimpul sebagai pengganti karbohidrat, jika diolah dengan benar dan dikonsumsi dalam porsi yang tepat, berpotensi menjadi salah satu cara untuk diversifikasi pangan dan meningkatkan asupan gizi.
