Monday, 3 August 2026
BREAKING
Berita

Tarif Ekspor Tuna Indonesia ke Jepang Nol Persen, KKP Optimistis Tingkatkan Daya Saing

Oleh Ishak August 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyambut baik kebijakan Jepang yang menghapuskan tarif bea masuk untuk produk tuna dari Indonesia menjadi nol persen. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak volume ekspor tuna Indonesia ke Negeri Sakura, sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan nasional di pasar internasional.

Keputusan penghapusan tarif ini merupakan hasil dari perjanjian kerja sama ekonomi yang telah lama dibicarakan antara Indonesia dan Jepang. Sebelumnya, Indonesia dikenakan tarif bea masuk yang cukup signifikan untuk ekspor tuna ke Jepang. Dengan tarif baru 0%, produk tuna Indonesia kini memiliki keunggulan kompetitif yang lebih besar dibandingkan negara lain yang masih dikenakan tarif.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan apresiasinya terhadap kebijakan ini. Menurutnya, langkah Jepang ini mencerminkan hubungan bilateral yang semakin erat dan positif di sektor kelautan dan perikanan. “Ini adalah momentum emas bagi kita untuk menggenjot ekspor tuna. Dengan tanpa adanya bea masuk, harga tuna kita akan semakin kompetitif di pasar Jepang,” ujar Trenggono dalam sebuah kesempatan.

Data dari KKP menunjukkan bahwa Jepang merupakan salah satu pasar ekspor utama untuk produk perikanan Indonesia, khususnya tuna. Nilai ekspor tuna Indonesia ke Jepang mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat setiap tahunnya. Penghapusan tarif ini diprediksi akan semakin mendorong peningkatan nilai dan volume ekspor tersebut di masa mendatang.

Selain dampak langsung pada peningkatan ekspor, kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para nelayan dan pelaku usaha perikanan di Indonesia. Dengan permintaan yang berpotensi meningkat, diharapkan akan terjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi para pembudidaya dan penangkap ikan tuna.

Menanggapi kebijakan baru ini, KKP mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan peluang yang ada. Salah satunya adalah dengan terus memastikan kualitas produk tuna yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional yang ketat, terutama standar Jepang. KKP juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi dan teknologi pengolahan hasil perikanan agar dapat memenuhi permintaan pasar yang mungkin melonjak.

Selain itu, KKP juga akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, baik dari sektor swasta maupun pemerintah daerah, untuk memastikan rantai pasok tuna berjalan lancar dan efisien. Pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan dan bebas dari praktik ilegal juga akan terus ditingkatkan untuk menjaga reputasi produk tuna Indonesia.

Keberhasilan Indonesia dalam menembus pasar Jepang dengan tarif 0% ini menjadi bukti nyata dari upaya diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Ke depan, diharapkan akan ada perjanjian serupa yang dapat membuka pasar-pasar baru atau memberikan insentif serupa untuk produk perikanan unggulan Indonesia lainnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp