Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
Kesehatan

Wabah Cyclosporiasis Melanda AS, Diduga Terkait Konsumsi Sayuran Tercemar

Oleh Destian July 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Otoritas kesehatan Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), melaporkan peningkatan signifikan kasus cyclosporiasis di seluruh negeri. Ribuan warga AS mengalami gejala diare yang parah, dengan dugaan kuat bahwa wabah ini dipicu oleh konsumsi sayuran yang terkontaminasi.

Hingga 19 Juni 2024, CDC mencatat 242 kasus cyclosporiasis yang tersebar di 10 negara bagian. Angka ini menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan data sebelumnya. Gejala umum yang dialami pasien meliputi diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kram perut, kembung, mual, dan kelelahan. Beberapa kasus dilaporkan memerlukan rawat inap.

Penyakit cyclosporiasis disebabkan oleh infeksi parasit Cyclospora cayetanensis. Parasit ini umumnya ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi feses manusia. Gejala biasanya muncul dalam waktu sekitar satu minggu setelah terpapar.

Meskipun detail mengenai jenis sayuran spesifik yang menjadi sumber penularan masih dalam penyelidikan mendalam, CDC telah mengidentifikasi beberapa produk yang diduga terkait. Pihak berwenang terus bekerja sama dengan produsen dan distributor untuk melacak asal-usul kontaminasi dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Dr. Sarah Davies, seorang epidemiolog di CDC, menyatakan, “Kami sedang berupaya keras untuk mengidentifikasi sumber pasti dari wabah ini. Prioritas utama kami adalah memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.” Ia menambahkan bahwa informasi lebih lanjut mengenai produk yang terlibat akan segera disampaikan kepada publik.

CDC merekomendasikan masyarakat untuk mencuci bersih semua buah dan sayuran segar sebelum dikonsumsi, bahkan jika akan dikupas. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan diri, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum menyiapkan makanan.

Wabah cyclosporiasis sebelumnya juga pernah terjadi di AS, seringkali dikaitkan dengan produk pertanian segar yang diimpor dari berbagai negara. Pihak berwenang terus memperketat pengawasan terhadap rantai pasok pangan untuk meminimalkan risiko serupa di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp