Sebuah kisah dari masa lalu kembali mengemuka, mengungkap pertemuan tak biasa antara Ibu Tien Soeharto dengan seorang peramal asal India. Peramal tersebut dikabarkan datang membawa prediksi mengenai masa depan Soeharto, yang kemudian terbukti kebenarannya dan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
Menurut berbagai sumber yang merujuk pada catatan sejarah dan kesaksian orang-orang yang dekat dengan keluarga Cendana, sosok peramal India ini bukan kali pertama datang ke Indonesia. Kehadirannya seringkali dikaitkan dengan kemampuan prediksinya yang dianggap akurat, termasuk dalam urusan kenegaraan dan nasib para pemimpin.
Pertemuan dengan Ibu Tien Soeharto disebut-sebut terjadi pada era ketika Soeharto masih memegang tampuk kekuasaan sebagai Presiden Republik Indonesia. Peramal tersebut tidak hanya bertemu dengan Ibu Tien, namun juga menyampaikan ramalan-ramalannya secara langsung terkait dengan perjalanan karier dan nasib Soeharto.
Detail spesifik mengenai isi ramalan tersebut memang sulit dipastikan secara gamblang, namun beberapa catatan mengindikasikan bahwa prediksi tersebut berkaitan dengan stabilitas kekuasaan Soeharto, serta momen-momen penting dalam sejarah kepemimpinannya. Keakuratan ramalan ini kemudian menjadi buah bibir dan menambah daftar panjang fenomena supranatural yang menyertai era Orde Baru.
Kisah ini mencerminkan bagaimana figur pemimpin di Indonesia, termasuk Presiden Soeharto, kerap dikaitkan dengan unsur-unsur spiritualitas dan prediksi gaib. Kepercayaan terhadap ramalan atau wangsit bukanlah hal baru dalam budaya Indonesia, dan hal ini turut mewarnai narasi seputar kekuasaan.
Keberadaan peramal yang mendatangi tokoh-tokoh penting seperti Ibu Tien Soeharto juga menunjukkan adanya lingkaran pengaruh yang tak terlihat, di mana pertimbangan non-rasional terkadang turut berperan dalam pengambilan keputusan atau setidaknya menjadi sumber informasi tambahan bagi para pemangku kepentingan.
Meskipun sulit untuk membuktikan secara ilmiah pengaruh ramalan tersebut terhadap kebijakan atau keputusan yang diambil oleh Soeharto, fakta bahwa ramalan tersebut kemudian terbukti kebenarannya, setidaknya menurut narasi yang beredar, memberikan warna tersendiri pada studi sejarah kepemimpinan di Indonesia.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik layar politik yang formal, selalu ada ruang bagi interpretasi dan kepercayaan personal yang dapat membentuk persepsi publik dan bahkan memengaruhi aura kekuasaan seorang pemimpin.
