Nirmal Purja, pendaki gunung legendaris asal Nepal yang dikenal dengan pencapaian “Project Possible” mendaki 14 puncak tertinggi dunia dalam waktu singkat, dilaporkan meninggal dunia di Pakistan. Kabar duka ini mengejutkan dunia pendakian internasional, mengingat reputasinya sebagai salah satu figur paling berpengaruh di era modern pendakian gunung.
Purja, yang juga mantan prajurit Gurkha, dikabarkan meninggal dunia pada hari Senin, 28 Agustus 2023. Penyebab pasti kematiannya masih belum diumumkan secara resmi oleh otoritas Pakistan maupun keluarga. Namun, berbagai laporan awal mengindikasikan bahwa ia sedang berada di Pakistan untuk sebuah ekspedisi pendakian.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pariwisata Pakistan atau Alpine Club of Pakistan mengenai detail lengkap kejadian ini. Pihak berwenang setempat dilaporkan sedang melakukan investigasi dan menunggu hasil otopsi untuk menentukan penyebab kematian.
Nirmal Purja meraih ketenaran global pada tahun 2019 ketika ia berhasil menyelesaikan pendakian ke 14 puncak gunung di atas 8.000 meter di seluruh dunia hanya dalam waktu enam bulan dan enam hari. Rekor ini memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh pendaki Korea Selatan, Kim Chang-ho, yang membutuhkan waktu tujuh tahun.
Pencapaian “Project Possible” Purja tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga menyoroti dedikasi, ketahanan fisik, dan mental yang luar biasa. Ia dikenal karena pendekatannya yang inovatif dalam pendakian gunung, termasuk penggunaan oksigen tambahan dan strategi logistik yang efisien.
Sebelum terjun penuh ke dunia pendakian profesional, Purja bertugas di Brigade Gurkha Inggris dan Royal Navy. Pengalaman militernya ini membentuk disiplin dan keberanian yang ia tunjukkan dalam menghadapi tantangan di ketinggian ekstrem.
Dunia pendakian berduka atas kehilangan sosok inspiratif ini. Banyak pendaki profesional dan penggemar gunung yang menyampaikan belasungkawa mereka melalui media sosial, mengenang Purja sebagai pahlawan dan pionir dalam olahraga ekstrem ini. Komunitas pendakian Nepal, yang sering dijuluki “Sherpa”, juga merasakan kehilangan besar atas gugurnya salah satu putra terbaik mereka.
Pihak keluarga Purja diperkirakan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rencana pemakaman dan detail lebih lanjut terkait meninggalnya sang pendaki legendaris. Perkembangan selanjutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi peristiwa yang mengarah pada kepergian Nirmal Purja di tanah Pakistan.
