Sunday, 2 August 2026
BREAKING
Berita

Terungkap: Donald Trump Sempat Telepon Pangeran MBS Sebelum Batalkan Serangan ke Iran

Oleh Ishak August 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, dilaporkan melakukan panggilan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), sesaat sebelum memutuskan untuk membatalkan serangan balasan terhadap Iran. Keputusan mendadak ini diambil setelah Iran menembak jatuh sebuah drone mata-mata AS di Selat Hormuz, memicu ketegangan yang meningkat tajam di Timur Tengah.

Menurut laporan yang beredar, percakapan antara Trump dan MBS terjadi pada pertengahan Juni 2019, ketika eskalasi antara AS dan Iran mencapai puncaknya. Iran mengklaim pesawat nirawak (drone) milik AS telah melanggar wilayah udaranya, sementara Washington bersikeras drone tersebut berada di ruang udara internasional. Insiden ini sontak memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik terbuka.

Panggilan telepon tersebut diduga menjadi salah satu faktor krusial dalam pengambilan keputusan Trump. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai isi lengkap percakapan tersebut, para analis meyakini bahwa dialog dengan salah satu sekutu utama AS di kawasan, Arab Saudi, yang juga memiliki hubungan kompleks dengan Iran, sangat penting dalam menimbang opsi yang ada.

Donald Trump sendiri kemudian mengumumkan pembatalan serangan balasan melalui akun Twitter-nya. Ia menyatakan bahwa serangan tersebut akan mengakibatkan jumlah korban jiwa yang tidak proporsional dan tidak sepadan dengan aksi Iran. Trump menyebutkan bahwa ia telah mendapatkan informasi bahwa 150 orang Iran kemungkinan akan menjadi korban, yang menurutnya merupakan angka yang terlalu besar untuk dibenarkan sebagai respons terhadap penembakan drone.

Latar belakang pembatalan ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran mengenai potensi dampak ekonomi dan gejolak global jika terjadi serangan militer. Harga minyak dunia, yang sangat sensitif terhadap ketegangan di Timur Tengah, berpotensi melonjak tajam, mempengaruhi stabilitas ekonomi global. Selain itu, kekhawatiran akan pembalasan Iran terhadap kepentingan AS dan sekutunya di kawasan juga menjadi pertimbangan serius.

Pangeran MBS sendiri dikenal sebagai pemimpin yang pragmatis dan memiliki pengaruh signifikan dalam kebijakan luar negeri Arab Saudi. Hubungan antara Arab Saudi dan AS, meskipun terkadang bergejolak, tetap menjadi pilar penting bagi keamanan regional. Peran Arab Saudi sebagai pemain kunci dalam koalisi melawan Iran di kawasan menjadikan dialog dengan Pangeran MBS sebagai langkah strategis bagi AS.

Insiden penembakan drone dan pembatalan serangan ini menjadi salah satu momen paling menegangkan selama masa kepresidenan Trump terkait kebijakan luar negeri di Timur Tengah. Hal ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas di kawasan tersebut dan bagaimana komunikasi diplomatik, bahkan di saat krisis, dapat memegang peranan penting dalam mencegah eskalasi yang lebih luas.

Hingga kini, detail spesifik mengenai percakapan antara Trump dan Pangeran MBS masih menjadi subjek spekulasi. Namun, fakta bahwa komunikasi tersebut terjadi sesaat sebelum keputusan krusial diambil, menggarisbawahi pentingnya koordinasi dan konsultasi dengan sekutu strategis dalam menghadapi krisis internasional yang berpotensi besar.

Bagikan: Facebook X WhatsApp