Sebuah insiden kebakaran hebat melanda Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa yang tengah berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Senin (2/8/2026). Kebakaran yang diduga berawal dari ruang mesin ini dengan cepat membesar dan menimbulkan kepanikan di antara ratusan penumpang dan kru yang berada di dalamnya. Upaya pemadaman dan evakuasi segera dilakukan untuk menyelamatkan seluruh jiwa yang terancam.
Peristiwa dramatis ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat kapal berada di perairan Laut Jawa. Titik pasti lokasi kejadian dilaporkan berada di koordinat 05° 28’ 47” LS – 112° 45’ 00” BT, yang merupakan wilayah perairan antara Pulau Bawean dan Surabaya. Api dengan cepat menjalar, membuat kru dan penumpang harus segera bertindak.
Menurut keterangan awal yang dihimpun, api pertama kali terlihat membubung dari area ruang mesin kapal. Penyebab pasti kebakaran ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang, namun dugaan awal mengarah pada korsleting atau masalah teknis pada mesin kapal. Asap hitam pekat membumbung tinggi, menjadi pemandangan mencekam bagi kapal-kapal lain yang melintas di sekitarnya.
Menyadari situasi yang kian memburuk, nahkoda kapal segera memerintahkan seluruh awak kapal untuk melakukan prosedur tanggap darurat. Evakuasi penumpang menjadi prioritas utama. Seluruh penumpang diarahkan untuk berkumpul di dek kapal, mengenakan pelampung keselamatan, dan bersiap untuk naik ke sekoci penyelamat jika situasi memaksa.
Beruntung, kesigapan tim di atas kapal serta bantuan dari kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian memungkinkan proses evakuasi berjalan relatif lancar. Sejumlah kapal tug boat dan kapal patroli segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. Data sementara menyebutkan bahwa seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kapal KM Mutiara Sentosa sendiri merupakan salah satu armada kapal penumpang yang melayani rute pelayaran antarpulau di Indonesia. Kapal ini biasanya mengangkut ratusan penumpang dalam setiap pelayarannya, menghubungkan kota-kota besar seperti Surabaya dan Makassar. Insiden ini tentu menimbulkan kerugian material yang signifikan bagi perusahaan pelayaran.
Pihak Syahbandar dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) telah mengerahkan tim investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran ini. Selain itu, penanganan terhadap kapal yang terbakar juga menjadi perhatian agar tidak menimbulkan dampak lebih lanjut terhadap lingkungan maritim. Kerugian ekonomi akibat insiden ini diperkirakan cukup besar, mengingat nilai sebuah kapal penumpang dan potensi terganggunya jadwal pelayaran.
Pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi mata, kru kapal, dan sisa-sisa kapal akan dilakukan untuk melengkapi investigasi. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya perawatan rutin dan pemeriksaan keselamatan kapal secara berkala untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang. Nasib ratusan penumpang yang tertunda perjalanannya juga menjadi perhatian pihak terkait, termasuk penyediaan akomodasi dan transportasi pengganti.
