Thursday, 20 August 2026
BREAKING
Lifestyle

8 Kesalahan Orang Tua yang Dapat Menimbulkan Perasaan Kurang Disayangi pada Anak

Oleh Destian August 20, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Orang tua memegang peranan krusial dalam membentuk perkembangan emosional anak. Namun, tanpa disadari, beberapa perilaku atau pola asuh dapat secara tidak sengaja membuat anak merasa kurang disayangi. Kesalahan-kesalahan ini, mulai dari membandingkan anak dengan orang lain hingga minimnya waktu berkualitas, berpotensi meninggalkan luka emosional jangka panjang.

Salah satu kesalahan umum yang kerap dilakukan orang tua adalah terlalu sering membandingkan anak mereka dengan saudara kandung atau teman sebaya. Menurut psikolog anak, perbandingan semacam ini dapat menimbulkan rasa iri, rendah diri, dan kecemasan pada anak, seolah-olah pencapaian atau keberadaan mereka tidak cukup baik. Hal ini berbeda dengan apresiasi terhadap usaha individual yang lebih membangun.

Memberikan perhatian yang tidak merata antar saudara kandung juga menjadi poin krusial. Ketika seorang anak merasa saudaranya selalu mendapatkan lebih banyak pujian, kesempatan, atau bahkan sekadar waktu orang tua, perasaan dianaktirikan bisa muncul. Keseimbangan dalam memberikan perhatian dan pengakuan atas keunikan masing-masing anak sangat penting.

Selain itu, minimnya waktu berkualitas yang dihabiskan bersama anak dapat diartikan sebagai kurangnya ketertarikan orang tua terhadap kehidupan mereka. Ini bukan sekadar tentang kuantitas waktu, melainkan kualitas interaksi. Aktivitas sederhana seperti makan bersama tanpa gangguan gawai, mendengarkan cerita mereka, atau bermain bersama dapat memberikan sinyal kuat bahwa anak dihargai.

Pola asuh yang terlalu kritis atau menuntut juga dapat membuat anak merasa tidak pernah cukup baik di mata orang tua. Ketika setiap upaya anak selalu diiringi dengan kritik, bukan pujian atau dukungan, mereka cenderung merasa bahwa cinta orang tua bersyarat pada kesempurnaan. Hal ini dapat menghambat perkembangan rasa percaya diri anak.

Orang tua yang cenderung mengabaikan atau meremehkan perasaan anak juga berisiko membuat anak merasa tidak dipahami. Ketika anak mengungkapkan kesedihan, kekecewaan, atau ketakutan, respons seperti “jangan cengeng” atau “itu bukan masalah besar” dapat membuat mereka menutup diri dan merasa emosi mereka tidak valid.

Kurangnya dukungan saat anak menghadapi kesulitan atau kegagalan juga bisa menjadi pemicu perasaan kurang disayangi. Anak membutuhkan orang tua sebagai sandaran dan sumber kekuatan, bukan sebagai hakim yang hanya menyoroti kesalahan. Dukungan moral dan emosional saat terpuruk sangatlah berarti.

Terakhir, orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan atau sosial tanpa memberikan penjelasan yang memadai kepada anak dapat menimbulkan rasa kesepian dan ditinggalkan. Komunikasi yang terbuka mengenai alasan ketidakhadiran atau kesibukan, serta janji untuk menebus waktu yang hilang, dapat membantu mengurangi rasa kecewa pada anak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp