Thursday, 27 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Waspada! Dampak Serius Penggunaan Gawai Berlebihan pada Kesehatan Fisik Anda

Oleh Destian August 27, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penggunaan ponsel pintar atau gawai secara berlebihan kini bukan lagi sekadar kebiasaan, melainkan telah menjadi isu kesehatan yang patut diwaspadai. Dampak negatifnya dapat merambah berbagai aspek tubuh, mulai dari mata, leher, punggung, hingga kesehatan mental. Para ahli kesehatan mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh fenomena ini dan segera mengambil langkah preventif.

Salah satu dampak paling umum yang dirasakan adalah keluhan pada mata. Paparan cahaya biru yang dipancarkan layar gawai dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan mata lelah (computer vision syndrome), penglihatan kabur, hingga potensi kerusakan retina jangka panjang. Dr. Fani Nuraini, Sp.M, seorang dokter spesialis mata, pernah menyampaikan kepada Kompas.com pada 17 Juni 2024 bahwa kebiasaan menatap layar tanpa jeda dapat mengganggu fungsi otot mata dan kelenjar air mata.

Selain mata, keluhan pada area leher dan punggung juga kerap dialami pengguna gawai. Posisi membungkuk saat menggunakan ponsel, yang dikenal sebagai ‘text neck’, memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang bagian leher. Hal ini dapat memicu nyeri kronis, ketegangan otot, bahkan perubahan postur tubuh permanen. Laporan dari berbagai media kesehatan, termasuk Healthline, secara konsisten menyoroti risiko ini, menekankan pentingnya postur yang baik saat menggunakan gawai.

Dampak lain yang mulai banyak dibicarakan adalah gangguan tidur. Cahaya biru dari layar gawai dapat menekan produksi hormon melatonin, yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur, kualitas tidur menurun, dan rasa lelah di siang hari. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep beberapa tahun lalu telah mengaitkan penggunaan gawai sebelum tidur dengan peningkatan insomnia pada berbagai kelompok usia.

Penggunaan gawai yang berlebihan juga dikaitkan dengan masalah kesehatan mental. Ketergantungan pada notifikasi, media sosial, dan permainan daring dapat menimbulkan kecemasan, depresi, hingga rasa kesepian. Dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, seorang psikiater, dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia pada 21 Agustus 2026 (merujuk pada judul asli artikel) pernah menggarisbawahi bagaimana perbandingan diri di media sosial dan FOMO (Fear of Missing Out) dapat memicu stres dan menurunkan kepercayaan diri, terutama pada remaja.

Tidak hanya itu, aktivitas fisik yang berkurang akibat terlalu asyik dengan gawai juga berkontribusi pada masalah kesehatan fisik lainnya, seperti peningkatan berat badan, risiko penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. Organisasi kesehatan dunia seperti WHO (World Health Organization) telah berulang kali mengeluarkan peringatan mengenai gaya hidup sedentari yang diperparah oleh penggunaan gawai.

Mengingat beragamnya dampak negatif yang ditimbulkan, para ahli menyarankan untuk menerapkan kebiasaan penggunaan gawai yang lebih sehat. Ini termasuk membatasi waktu layar, mengambil jeda secara berkala, menjaga postur tubuh yang baik, menghindari penggunaan gawai menjelang tidur, serta mengimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial di dunia nyata.

Pemerintah dan berbagai lembaga kesehatan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi digital yang sehat. Ke depannya, diharapkan akan ada lebih banyak kampanye edukasi dan program intervensi yang dapat membantu masyarakat mengelola penggunaan gawai secara bijak demi kesehatan jangka panjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp