Generasi muda menunjukkan tingkat ketidakpercayaan yang signifikan terhadap para pemimpin perusahaan yang gencar mempromosikan kecerdasan buatan (AI). Temuan ini terungkap melalui survei terbaru yang dilakukan oleh CNBC, yang mengindikasikan adanya keraguan mendalam di kalangan anak muda terhadap narasi yang dibangun oleh para bos teknologi mengenai inovasi AI.
Sebanyak 58% responden dalam survei tersebut menyatakan bahwa mereka tidak mempercayai para pemimpin perusahaan teknologi yang menjadi ujung tombak dalam mempromosikan AI. Angka ini menunjukkan mayoritas generasi muda memiliki pandangan skeptis, bahkan ketika para pemimpin industri tersebut mengklaim bahwa AI akan membawa perubahan positif dan kemajuan.
Ketidakpercayaan ini bukan tanpa alasan. Salah satu kekhawatiran utama yang diungkapkan adalah potensi AI untuk menggantikan pekerjaan manusia. Kekhawatiran ini sejalan dengan pandangan bahwa kemajuan teknologi, khususnya AI, seringkali dipresentasikan sebagai solusi tanpa memedulikan dampak sosial dan ekonomi bagi tenaga kerja.
Lebih lanjut, survei tersebut juga menyoroti bahwa generasi muda lebih cenderung percaya pada opini para ahli independen dibandingkan dengan apa yang disampaikan oleh para eksekutif perusahaan teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa narasi yang disampaikan oleh para pemain utama dalam industri AI dianggap memiliki bias dan kurang objektif di mata kaum muda.
Dalam kutipannya, seorang responden survei mengungkapkan, “Saya merasa para pemimpin perusahaan teknologi ini lebih memikirkan keuntungan mereka sendiri daripada kesejahteraan masyarakat. Mereka menjual mimpi tentang AI, tapi saya khawatir dampaknya pada lapangan kerja dan privasi kita.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai etika dan implikasi jangka panjang dari adopsi AI secara massal.
Survei yang dirilis pada 16 Mei 2024 ini melibatkan berbagai demografi anak muda, menunjukkan bahwa keraguan terhadap AI dan para pemimpinnya bukanlah fenomena yang terbatas pada segmen tertentu. Ini menjadi sinyal penting bagi industri teknologi untuk lebih transparan dan akuntabel dalam mempresentasikan visi mereka tentang AI kepada publik, terutama kepada generasi yang akan paling terdampak oleh perkembangannya.
