Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Mengenal Tabebuya: Si Cantik ‘Sakura Tropis’ yang Menghiasi Kota, Asal-Usul dan Pesonanya

Oleh Destian August 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Bunga Tabebuya, yang kerap dijuluki ‘Sakura Tropis’, telah mencuri perhatian publik dengan keindahan bunganya yang mekar serempak, menghiasi berbagai sudut kota di Indonesia. Kehadirannya yang semarak, dengan warna-warna cerah seperti pink, ungu, kuning, dan putih, memberikan nuansa eksotis dan menyegarkan. Namun, di balik pesonanya, banyak yang bertanya-tanya mengenai asal-usul pohon yang menghasilkan bunga menakjubkan ini.

Menurut berbagai sumber, termasuk informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui akun Instagram resminya, Tabebuya (Handroanthus spp.) bukanlah tanaman asli Indonesia. Pohon ini berasal dari benua Amerika, khususnya tersebar di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, mulai dari Meksiko hingga Argentina.

Pohon Tabebuya pertama kali dibawa dan diperkenalkan ke Indonesia pada era kolonial Belanda. Catatan dari sejumlah media nasional menyebutkan bahwa introduksi awal dilakukan sekitar tahun 1970-an. Pohon ini kemudian mulai dibudidayakan dan ditanam di berbagai daerah, termasuk di lingkungan perkantoran, jalan-jalan protokol, hingga taman-taman kota.

Proses adaptasi Tabebuya di Indonesia terbilang cukup baik. Iklim tropis Indonesia yang mirip dengan habitat aslinya di Amerika Selatan menjadi faktor pendukung pertumbuhannya. Pohon ini dikenal toleran terhadap berbagai jenis tanah dan kondisi lingkungan, menjadikannya pilihan yang ideal untuk mempercantik lanskap perkotaan.

Salah satu keunikan Tabebuya adalah pola mekarnya yang spektakuler. Bunga-bunga ini biasanya akan mekar serempak dalam periode waktu yang relatif singkat, seringkali hanya dalam hitungan hari atau minggu, sebelum akhirnya berguguran. Fenomena ini menciptakan pemandangan luar biasa yang menarik perhatian banyak orang.

Di Indonesia, Tabebuya seringkali disamakan dengan bunga Sakura dari Jepang karena kemiripan visual saat mekar. Namun, perlu dicatat bahwa keduanya berasal dari genus yang berbeda. Sakura berasal dari genus Prunus, sementara Tabebuya termasuk dalam genus Handroanthus, yang merupakan bagian dari famili Bignoniaceae.

Keindahan Tabebuya tidak hanya dinikmati oleh masyarakat umum. Beberapa pemerintah daerah telah menjadikan penanaman Tabebuya sebagai bagian dari program penghijauan kota. Misalnya, Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, telah gencar menanam pohon ini di berbagai ruas jalan, yang kini menjadi salah satu ikon kota tersebut saat musim berbunga tiba.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Depok, melalui keterangan pers yang pernah dirilis, menyebutkan bahwa penanaman Tabebuya bertujuan untuk meningkatkan ruang terbuka hijau dan estetika kota. Pohon ini dipilih karena pertumbuhannya yang relatif cepat dan kemampuannya memberikan peneduh sekaligus keindahan visual.

Meskipun belum ada jadwal pasti kapan musim bunga Tabebuya akan kembali menghiasi kota-kota di Indonesia secara serempak, masyarakat dapat terus memantau perkembangan pohon-pohon ini di lingkungan sekitar. Kapan dan di mana saja pohon Tabebuya akan mekar kembali menjadi momen yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp