Saturday, 15 August 2026
BREAKING
Berita

Ketua Komisi XII DPR Puji Inovasi PLN Manfaatkan Abu Vulkanik (FABA) di Bangka

Oleh Ishak August 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Ketua Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ir. Helmy Faishal Zaini, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya PT PLN (Persero) dalam memanfaatkan Limbah Abu Vulkanik (FABA) sisa pembakaran batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi produk bernilai guna di Provinsi Bangka Belitung. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi dampak lingkungan.

Apresiasi tersebut disampaikan Helmy Faishal Zaini saat melakukan kunjungan kerja ke Bangka Belitung, di mana ia melihat langsung bagaimana FABA yang sebelumnya dianggap limbah kini diolah menjadi berbagai produk bermanfaat. Pemanfaatan FABA ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah serta lingkungan.

Menurut data yang dihimpun, PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung telah aktif mengelola dan mendistribusikan FABA dari PLTU Air Anyir. Limbah ini tidak hanya dibuang ke lingkungan, melainkan diolah menjadi bahan baku produk konstruksi seperti paving block, batako, dan material jalan. Inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pemanfaatan limbah industri menjadi sumber daya yang berkelanjutan.

Kepala PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Munief, menjelaskan bahwa pemanfaatan FABA telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Ia menekankan komitmen PLN untuk terus mencari solusi inovatif guna mengelola limbah operasionalnya secara bertanggung jawab. Distribusi FABA ini telah menggandeng berbagai mitra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat lokal, sehingga turut menciptakan peluang ekonomi baru.

Proses pemanfaatan FABA ini melibatkan teknologi yang memastikan limbah tersebut aman untuk diolah dan digunakan kembali. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 6 Tahun 2021, FABA dikategorikan sebagai limbah non-B3, yang membuka peluang lebih luas untuk pemanfaatannya. PLN telah mengimplementasikan berbagai program untuk mensosialisasikan dan mendistribusikan FABA kepada pihak yang membutuhkan.

Pemanfaatan FABA di Bangka Belitung tidak hanya terbatas pada produk konstruksi. Ada pula potensi pemanfaatan FABA sebagai bahan baku alternatif dalam industri semen atau sebagai material penunjang dalam proyek-proyek infrastruktur. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada material alam konvensional dan sekaligus mengurangi volume timbunan limbah.

Dampak positif dari pemanfaatan FABA ini dirasakan oleh berbagai pihak, mulai dari PLN sendiri yang berhasil mengelola limbahnya, mitra pengolah yang mendapatkan bahan baku murah, hingga pemerintah daerah yang turut merasakan manfaat ekonomi dan lingkungan. Helmy Faishal Zaini berharap agar program serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia.

Ke depan, perlu terus dipantau perkembangan lebih lanjut mengenai skala pemanfaatan FABA, diversifikasi produk yang dihasilkan, serta dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara PLN, pemerintah, dan sektor swasta akan menjadi kunci keberhasilan program ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp