Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
Berita

Aliansi Militer ‘NATO Tandingan’ Putin Terguncang, Armenia Tarik Diri

Oleh Ishak August 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Aliansi militer yang dibentuk Rusia sebagai tandingan NATO, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), dilanda krisis internal setelah salah satu negara anggotanya, Armenia, mengumumkan penarikan diri dari latihan militer bersama dan menyatakan keraguan atas efektivitasnya. Langkah ini mencerminkan ketidakpuasan Armenia terhadap peran CSTO dalam menangani konflik dengan Azerbaijan yang semakin memanas, menimbulkan pukulan telak bagi kredibilitas organisasi yang dipimpin oleh Moskow.

Keputusan Armenia untuk tidak berpartisipasi dalam latihan militer CSTO yang dijadwalkan di wilayah Kirgistan menjadi sinyal paling jelas dari keretakan dalam aliansi tersebut. Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, secara terbuka menyatakan bahwa situasi saat ini di dalam CSTO menimbulkan pertanyaan serius mengenai kemampuannya untuk menjaga keamanan kolektif dan memenuhi komitmennya terhadap negara-negara anggota.

Ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan, khususnya terkait wilayah Nagorno-Karabakh, telah menjadi sumber utama frustrasi bagi Yerevan. Armenia merasa CSTO, yang seharusnya memberikan perlindungan kolektif, gagal memberikan dukungan yang memadai dalam menghadapi agresi Azerbaijan. Kegagalan aliansi ini untuk merespons secara efektif eskalasi konflik telah mengikis kepercayaan Armenia terhadap nilai CSTO.

Pashinyan bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa aliansi tersebut tidak efektif dalam melindungi Armenia dari ancaman eksternal. Pernyataan ini bukan hanya kritik, tetapi juga indikasi kuat bahwa Armenia sedang mempertimbangkan ulang posisinya dalam organisasi tersebut. Isu penarikan diri Armenia dari CSTO telah menjadi perbincangan hangat di kalangan diplomatik dan analis keamanan.

Kondisi ini diperparah dengan adanya laporan bahwa Armenia menolak proposal Rusia untuk menjadi tuan rumah latihan militer CSTO pada tahun 2023. Keputusan ini semakin mengisolasi Armenia dalam kerangka aliansi dan menunjukkan pergeseran strategis yang signifikan dari Moskow.

Sejak awal pembentukannya, CSTO seringkali dipandang sebagai upaya Rusia untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan pasca-Soviet dan sebagai penyeimbang terhadap NATO. Namun, krisis saat ini, terutama dengan mundurnya Armenia, menunjukkan bahwa aliansi tersebut menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kohesinya dan relevansinya di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah.

Dampak dari mundurnya Armenia bisa sangat signifikan. Hal ini dapat memicu efek domino di mana negara-negara anggota lain yang merasa tidak terlayani oleh aliansi mungkin juga mulai mempertimbangkan kembali keanggotaan mereka. Kehilangan anggota kunci seperti Armenia akan secara substansial melemahkan posisi tawar dan pengaruh Rusia di arena keamanan regional.

Situasi ini memaksa Rusia untuk menghadapi kenyataan bahwa aliansi yang dibentuknya tidak sesolid yang dibayangkan. Ke depan, Moskow perlu mencari cara untuk merevitalisasi CSTO atau menghadapi kemungkinan disintegrasi lebih lanjut dari blok keamanannya. Perkembangan selanjutnya mengenai posisi negara-negara anggota lain dan respons Rusia akan terus menjadi sorotan utama dalam dinamika keamanan global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp