Persepsi publik seringkali mengaitkan inovasi teknologi terdepan dengan nama-nama besar seperti Apple. Namun, dalam urusan ponsel lipat, klaim ini terbukti keliru. Perangkat ponsel lipat pertama di dunia ternyata bukan berasal dari raksasa teknologi asal Cupertino, melainkan dari pabrikan asal China, yang meluncurkan inovasi ini delapan tahun sebelum Apple dikabarkan akan merilis produk serupa.
Perangkat yang dimaksud adalah Royole FlexPai, yang diperkenalkan pada Oktober 2018. Ponsel ini menampilkan layar AMOLED fleksibel yang dapat dilipat, mengubahnya dari sebuah smartphone menjadi tablet mini. Peluncuran Royole FlexPai ini secara mengejutkan mendahului pengumuman ponsel lipat dari perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Samsung Galaxy Fold yang dirilis pada awal 2019 dan kemudian Apple.
Fakta bahwa China menjadi pionir dalam teknologi ponsel lipat ini menandakan pergeseran lanskap inovasi di industri teknologi global. Selama bertahun-tahun, banyak pengamat teknologi memprediksi Apple akan menjadi yang pertama atau setidaknya salah satu yang terdepan dalam menghadirkan ponsel lipat, mengingat rekam jejak mereka dalam inovasi produk. Namun, Royole, sebuah perusahaan yang relatif kurang dikenal secara global dibandingkan Apple, berhasil mendahului.
Royole FlexPai menggunakan engsel yang memungkinkan layar terlipat keluar, berbeda dengan desain lipat ke dalam yang kemudian diadopsi oleh banyak produsen lain. Meskipun Royole FlexPai mungkin tidak mencapai kesuksesan komersial sebesar perangkat dari Samsung atau Huawei, keberadaannya membuktikan bahwa ide dan implementasi ponsel lipat sudah ada jauh sebelum pasar global sepenuhnya menyadari potensinya.
Keterlambatan Apple dalam memasuki pasar ponsel lipat ini memicu berbagai spekulasi. Salah satu alasannya bisa jadi adalah Apple lebih memilih untuk menunggu hingga teknologi layar lipat matang sepenuhnya, baik dari segi durabilitas maupun biaya produksi. Perusahaan yang berbasis di California ini dikenal dengan pendekatan mereka yang hati-hati dalam meluncurkan produk baru, memastikan produk tersebut telah melalui pengujian ekstensif dan menawarkan pengalaman pengguna yang superior.
Sejak peluncuran Royole FlexPai, industri ponsel lipat telah berkembang pesat. Samsung terus memimpin dengan berbagai generasi Galaxy Z Fold dan Z Flip, sementara produsen China lainnya seperti Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo juga telah merilis perangkat lipat mereka sendiri, seringkali dengan harga yang lebih kompetitif dan fitur inovatif.
Perkembangan teknologi layar fleksibel dan mekanisme engsel yang semakin canggih menjadi kunci dalam evolusi ponsel lipat. Perusahaan-perusahaan terus bersaing untuk menawarkan desain yang lebih tipis, lebih ringan, engsel yang lebih tahan lama, dan pengalaman penggunaan yang mulus, baik dalam mode ponsel maupun tablet.
Kisah Royole FlexPai menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi dapat datang dari mana saja, dan bukan selalu dari pemain lama yang dominan. Keberanian perusahaan seperti Royole untuk mengambil risiko dan menjadi yang pertama dalam meluncurkan teknologi baru patut diapresiasi, meskipun dampaknya dalam jangka panjang mungkin tidak sebesar yang diharapkan. Sementara itu, para pengamat industri akan terus menanti bagaimana Apple akan mendefinisikan ulang kategori ponsel lipat ketika mereka akhirnya memutuskan untuk memasuki pasar ini.
