Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Perubahan Warna Kulit saat Hamil: Benarkah Dominasi Hormon Jadi Penyebab Utama?

Oleh Destian September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perubahan fisik selama kehamilan seringkali menimbulkan berbagai pertanyaan bagi calon ibu. Salah satu fenomena yang umum terjadi adalah menghitamnya lipatan kulit, seperti di area leher, ketiak, atau selangkangan. Banyak yang beranggapan bahwa perubahan warna ini sepenuhnya disebabkan oleh fluktuasi hormon, namun benarkah demikian? Para ahli dermatologi memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai penyebab dan penanganannya.

Menurut dr. Arini Astasari, Sp.KK, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, perubahan warna kulit yang menggelap pada lipatan tubuh saat hamil, yang dikenal sebagai acanthosis nigricans, memang sangat berkaitan erat dengan perubahan hormonal. Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat merangsang produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit.

Lebih lanjut, dr. Arini menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com pada 28 Mei 2023, bahwa hormon melanocyte-stimulating hormone (MSH) juga berperan signifikan. Hormon ini diketahui dapat meningkatkan aktivitas sel melanosit, yang bertanggung jawab dalam pembentukan melanin. Akibatnya, area kulit yang memiliki lipatan dan seringkali mengalami gesekan menjadi lebih rentan terhadap penumpukan melanin.

Selain faktor hormonal, beberapa kondisi lain juga dapat berkontribusi terhadap menghitamnya lipatan kulit saat hamil. Menurut Kementerian Kesehatan RI melalui situs resminya, obesitas dan resistensi insulin merupakan faktor risiko yang dapat memperparah kondisi ini. Ibu hamil yang memiliki riwayat atau mengalami kondisi tersebut selama kehamilan cenderung mengalami perubahan warna kulit yang lebih nyata.

Fenomena ini umumnya muncul di trimester kedua dan ketiga kehamilan. Selain lipatan tubuh, area lain seperti puting susu, areola (area di sekitar puting), dan garis vertikal di perut (linea nigra) juga dapat mengalami penggelapan. Hal ini merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan fisiologis yang terjadi.

Meskipun perubahan warna kulit ini seringkali membuat sebagian ibu hamil merasa kurang percaya diri, para ahli menekankan bahwa kondisi ini sebagian besar bersifat sementara. Setelah persalinan dan kadar hormon kembali normal, warna kulit yang menghitam tersebut cenderung akan memudar secara bertahap.

Untuk penanganan, disarankan untuk menjaga kebersihan area kulit yang menghitam dan menghindari gesekan berlebih. Penggunaan pelembap juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan sebelum menggunakan produk pencerah kulit apa pun selama kehamilan, karena beberapa bahan mungkin tidak aman bagi ibu dan janin.

Jika penggelapan kulit terasa sangat mengganggu atau disertai gejala lain seperti rasa gatal yang hebat, dokter spesialis kulit dapat memberikan saran penanganan yang lebih spesifik. Pemantauan berkelanjutan oleh tenaga medis akan memastikan bahwa kondisi ini tidak menandakan adanya komplikasi kehamilan lainnya.

Para calon ibu disarankan untuk terus memantau perubahan yang terjadi pada tubuh mereka dan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Informasi lebih lanjut mengenai manajemen kesehatan selama kehamilan dapat diperoleh melalui kanal informasi resmi Kementerian Kesehatan atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp