Thursday, 10 September 2026
BREAKING
Berita

Kementerian PUPR Alokasikan Rp 26,3 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah Rakyat Tahun 2027

Oleh Ishak September 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 26,3 triliun untuk membiayai proyek revitalisasi dan pembangunan sekolah rakyat pada tahun anggaran 2027. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan dasar di seluruh Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi proses belajar mengajar dan kesejahteraan siswa.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa alokasi anggaran tersebut difokuskan untuk perbaikan infrastruktur sekolah yang dinilai masih kurang memadai. “Kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Anggaran ini akan digunakan untuk rehabilitasi total, pembangunan ruang kelas baru, serta fasilitas pendukung lainnya,” ujar Basuki.

Proyek sekolah rakyat ini mencakup berbagai jenis perbaikan, mulai dari perbaikan atap yang bocor, dinding yang rapuh, hingga penyediaan fasilitas sanitasi yang layak seperti toilet bersih dan sumber air bersih. Selain itu, anggaran juga akan dialokasikan untuk pembangunan laboratorium, perpustakaan, dan ruang guru yang memadai, sesuai dengan standar pendidikan nasional.

Dana sebesar Rp 26,3 triliun tersebut direncanakan akan disalurkan secara bertahap sepanjang tahun 2027. Prioritas akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang berada di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T), serta sekolah-sekolah yang kondisinya paling memprihatinkan berdasarkan evaluasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Melalui program ini, Kementerian PUPR berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan Kemendikbudristek untuk memastikan bahwa proyek revitalisasi sekolah berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Pendataan sekolah yang membutuhkan perbaikan dilakukan secara menyeluruh untuk memetakan kebutuhan riil di lapangan.

Diharapkan, revitalisasi sekolah rakyat ini tidak hanya meningkatkan kualitas fisik bangunan, tetapi juga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Lingkungan belajar yang lebih baik dipercaya dapat memotivasi siswa untuk hadir ke sekolah dan meningkatkan konsentrasi belajar, serta mendukung para guru dalam menjalankan tugas mengajarnya.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sekolah. Kementerian PUPR berkomitmen untuk mengawasi pelaksanaan proyek secara ketat untuk mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta memastikan kualitas hasil pekerjaan.

Tahapan selanjutnya setelah perencanaan anggaran ini adalah proses lelang proyek dan penunjukan kontraktor pelaksana. Pemerintah akan terus memantau perkembangan pelaksanaan proyek di lapangan untuk memastikan anggaran terserap secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp