Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Efektivitas Penggunaan Dua Masker untuk Perlindungan dari Abu Vulkanik: Fakta Ilmiah dan Rekomendasi Ahli

Oleh Destian September 9, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Fenomena erupsi gunung berapi yang kerap disertai lontaran abu vulkanik telah memicu diskusi mengenai langkah-langkah perlindungan diri yang paling efektif. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah mengenakan dua lapis masker, atau double masking, memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan hanya menggunakan satu masker saat terpapar abu vulkanik. Penelusuran sejumlah sumber kredibel mengindikasikan bahwa efektivitas double masking terhadap partikel halus seperti abu vulkanik bergantung pada jenis masker yang digunakan dan bagaimana cara memakainya.

Secara umum, abu vulkanik terdiri dari partikel-partikel halus yang dapat berbahaya bagi kesehatan pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar. Partikel-partikel ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penyakit pernapasan yang sudah ada. Oleh karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu cara utama untuk meminimalkan paparan.

Menurut para ahli kesehatan dan lembaga terkait, seperti yang sering dikutip oleh media nasional seperti Kompas.com dan situs Kementerian Kesehatan, efektivitas masker sangat ditentukan oleh kemampuannya menyaring partikel. Masker yang dirancang untuk menyaring partikel halus, seperti masker N95 atau KN95, memiliki efisiensi penyaringan yang tinggi. Masker jenis ini dirancang untuk pas di wajah dan dapat menyaring setidaknya 95% partikel berukuran 0,3 mikron.

Konsep double masking, yang sempat populer selama pandemi COVID-19, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan penyaringan dan keketatan masker. Jika seseorang menggunakan dua masker kain, efektivitasnya mungkin meningkat dibandingkan satu masker kain, namun tetap tidak seefektif masker medis sekali pakai atau respirator N95. Hal ini karena masker kain umumnya memiliki pori-pori yang lebih besar dan tidak dirancang untuk keketatan yang optimal di wajah.

Namun, jika double masking dilakukan dengan kombinasi yang tepat, seperti melapisi masker kain di atas masker medis sekali pakai (tipe bedah), efektivitasnya bisa meningkat. CNN Indonesia dalam salah satu laporannya pernah mengutip pandangan ahli yang menyatakan bahwa lapisan kedua masker kain dapat membantu menahan partikel yang lolos dari masker medis, sekaligus membantu masker medis menempel lebih erat pada wajah, sehingga mengurangi kebocoran udara di sisi-sisinya.

Penting untuk dicatat bahwa efektivitas double masking tidak berarti menggandakan kemampuan penyaringan masker N95. Mengenakan dua masker N95 justru dapat menyulitkan pernapasan dan tidak disarankan. Fokus utama perlindungan dari abu vulkanik adalah menggunakan masker yang memiliki kemampuan filtrasi tinggi dan pas di wajah.

Rekomendasi umum dari otoritas kesehatan, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat terjadi erupsi gunung berapi, menekankan penggunaan masker yang sesuai standar. Jika masker N95 atau KN95 tidak tersedia, penggunaan masker medis sekali pakai adalah pilihan yang lebih baik daripada masker kain tunggal. Penggunaan dua masker medis sekali pakai secara bersamaan juga tidak direkomendasikan karena dapat mengganggu keketatan dan kenyamanan.

Oleh karena itu, dalam menghadapi paparan abu vulkanik, prioritas utama adalah memilih masker yang tepat. Jika menggunakan masker medis sekali pakai, pastikan masker tersebut menutupi hidung dan mulut dengan rapat. Jika memilih untuk menggunakan masker kain, pastikan terbuat dari bahan yang rapat dan berlapis. Kombinasi masker medis dengan masker kain sebagai lapisan luar bisa menjadi alternatif yang meningkatkan perlindungan, asalkan tetap memperhatikan kenyamanan dan kemudahan bernapas.

Pemerintah daerah dan lembaga terkait, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terus memantau aktivitas gunung berapi dan memberikan informasi terkini mengenai tingkat ancaman dan rekomendasi perlindungan bagi masyarakat. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan resmi terkait penggunaan masker dan tindakan pencegahan lainnya saat terjadi erupsi gunung berapi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp