Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau kembali mengalami penurunan pada hari ini, Kamis (9/5/2024), melanjutkan tren pelemahan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Penurunan kali ini tercatat sebesar Rp 17.000 per gram untuk jenis Logam Mulia.
Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan Antam pada Kamis pagi berada di level Rp 1.316.000 per gram. Angka ini turun dibandingkan posisi kemarin yang berada di Rp 1.333.000 per gram.
Tren penurunan harga emas Antam ini memang sudah berlangsung sejak awal pekan ini. Pada Senin (6/5/2024), harga emas Antam masih bertengger di kisaran Rp 1.336.000 per gram. Kemudian pada Selasa (7/5/2024), terjadi penurunan menjadi Rp 1.333.000 per gram, dan kembali turun pada Rabu (8/5/2024) ke level yang sama. Hari ini, pelemahan kembali terjadi.
Penurunan harga emas ini diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor global, termasuk pergerakan harga emas dunia yang juga cenderung moderat. Selain itu, kondisi pasar keuangan global yang mulai menunjukkan stabilitas pasca-ketegangan geopolitik yang sempat membayangi juga dapat menjadi sentimen negatif bagi emas sebagai aset safe-haven.
Kenaikan suku bunga oleh bank sentral utama dunia, seperti Federal Reserve Amerika Serikat, juga menjadi faktor yang menahan laju penguatan harga emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat instrumen investasi lain seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Volume transaksi emas Antam juga terpantau bervariasi. Untuk pecahan 1 gram, tercatat sebanyak 13.180 batang terjual pada hari ini. Sementara itu, pecahan terbesar 1 kilogram hanya terjual 1 batang.
Meskipun mengalami penurunan, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati oleh masyarakat, terutama saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Namun, pergerakan harga yang fluktuatif seperti yang terjadi belakangan ini mengharuskan investor untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan.
Para pelaku pasar dan investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi harga emas, baik dari sisi fundamental ekonomi global maupun sentimen pasar domestik.
