Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Pasca Letusan Gunung Api, Kenali Minuman Pereda Lendir dan Iritasi Pernapasan

Oleh Destian September 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Paparan abu vulkanik akibat letusan gunung api dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, memicu produksi lendir berlebih, dan rasa tidak nyaman. Dalam situasi seperti ini, beberapa jenis minuman dipercaya dapat membantu meredakan gejala tersebut. Pemilihan minuman yang tepat dapat memberikan efek menenangkan dan membantu membersihkan saluran pernapasan dari partikel halus abu vulkanik.

Ahli kesehatan dan gizi merekomendasikan konsumsi cairan hangat sebagai langkah awal yang efektif. Minuman hangat seperti air putih hangat, teh herbal, atau sup kaldu dapat membantu mengencerkan lendir yang menumpuk di tenggorokan dan paru-paru. Kehangatan cairan juga dapat memberikan sensasi lega dan mengurangi rasa gatal atau iritasi.

Teh herbal menjadi salah satu pilihan populer karena kandungan anti-inflamasi dan antioksidannya. Jahe, misalnya, dikenal memiliki sifat menghangatkan dan meredakan peradangan. Minuman teh jahe hangat, yang bisa ditambahkan sedikit madu, tidak hanya membantu mengencerkan lendir tetapi juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain jahe, teh peppermint juga kerap disarankan. Peppermint mengandung menthol yang memiliki efek dekongestan alami, membantu membuka saluran udara yang tersumbat oleh lendir. Menghirup uap dari secangkir teh peppermint hangat juga dapat memberikan kelegaan pada hidung tersumbat.

Madu murni juga memiliki khasiat penting dalam meredakan batuk dan iritasi tenggorokan. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Pediatrics pada tahun 2018 menunjukkan bahwa madu dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meredakan batuk pada anak-anak, menggantikan beberapa obat batuk. Konsumsi satu sendok teh madu murni atau mencampurkannya ke dalam minuman hangat dapat memberikan efek menenangkan.

Air kelapa juga dapat menjadi pilihan yang menyegarkan dan bermanfaat. Kandungan elektrolit dalam air kelapa dapat membantu menjaga hidrasi tubuh, yang penting saat saluran pernapasan teriritasi. Selain itu, air kelapa juga mengandung nutrisi yang dapat mendukung pemulihan.

Penting untuk diingat bahwa minuman ini bersifat sebagai pereda gejala dan bukan obat penyembuh. Jika gejala iritasi pernapasan berlanjut atau memburuk, seperti sesak napas yang signifikan atau demam, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis profesional. Otoritas kesehatan setempat, seperti Kementerian Kesehatan atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), biasanya akan mengeluarkan imbauan terkait kesehatan publik pasca-letusan gunung api, termasuk saran praktis untuk melindungi diri dari dampak abu vulkanik.

Pemerintah melalui kementerian terkait secara berkala juga merilis panduan kesehatan masyarakat di daerah terdampak bencana alam. Informasi terkini mengenai rekomendasi kesehatan pasca-erupsi gunung api biasanya dapat diakses melalui situs web resmi kementerian atau BNPB, yang juga mencakup informasi mengenai pemantauan aktivitas gunung api dan peringatan dini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp