Monday, 7 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Abu Vulkanik Menyelimuti Pakaian Terjemur: Apakah Perlu Dicuci Ulang?

Oleh Destian September 7, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Fenomena hujan abu vulkanik yang kerap terjadi pasca erupsi gunung berapi menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, salah satunya terkait kebersihan pakaian yang dijemur di luar ruangan. Muncul pertanyaan apakah pakaian yang terpapar abu vulkanik perlu dicuci ulang untuk menghindari potensi dampak kesehatan atau kerusakan pada serat kain.

Abu vulkanik, yang terdiri dari partikel halus batuan, mineral, dan kaca vulkanik, dapat membawa berbagai zat kimia tergantung pada komposisi magma gunung berapi. Ketika abu ini mengendap di permukaan pakaian yang sedang dijemur, partikel-partikel tersebut dapat menempel dan berpotensi menimbulkan masalah jika tidak ditangani dengan benar.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. Meskipun partikel abu yang menempel pada pakaian mungkin tidak langsung berbahaya jika kontak kulit terbatas, namun potensi iritasi tetap ada, terutama bagi individu yang memiliki kulit sensitif.

Para ahli tekstil menyarankan bahwa pakaian yang terkena abu vulkanik sebaiknya dicuci ulang. Proses pencucian tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan partikel abu secara fisik, tetapi juga untuk membersihkan potensi residu kimia yang mungkin terbawa. Penggunaan deterjen yang biasa digunakan untuk mencuci pakaian sehari-hari umumnya sudah cukup efektif.

Direktur Pencegahan Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, pernah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat terjadi erupsi vulkanik. Beliau menyarankan untuk menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta membersihkan diri dan pakaian segera setelah terpapar abu.

Untuk penanganan pakaian yang terkena abu vulkanik, disarankan untuk tidak menyikat atau menggosok abu yang kering karena dapat memperparah kerusakan serat kain dan membuat abu semakin menempel. Sebaiknya, abu yang menempel dibersihkan dengan cara ditepuk-tepuk atau menggunakan penyedot debu (vacuum cleaner) sebelum dicuci dengan air.

Proses pencucian dengan air dan deterjen akan mengangkat sisa-sisa abu yang menempel. Setelah dicuci, pakaian dapat dijemur kembali di tempat yang aman, idealnya di dalam ruangan atau di tempat yang terlindung dari paparan abu vulkanik yang masih mungkin terjadi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara rutin memberikan informasi dan imbauan kepada masyarakat terkait mitigasi bencana erupsi gunung berapi. Pemantauan informasi resmi dari BNPB dan lembaga terkait lainnya sangat penting untuk mendapatkan panduan yang tepat dalam menghadapi situasi darurat seperti hujan abu vulkanik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp