Monday, 7 September 2026
BREAKING
Berita

Bandar Lampung Diselimuti Abu Vulkanik Anak Krakatau, Aktivitas Warga Terganggu

Oleh Ishak September 7, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sebagian wilayah Bandar Lampung pada Kamis (7/9/2023), memaksa warga menghentikan aktivitas luar ruangan dan meningkatkan kewaspadaan. Fenomena ini terjadi sebagai dampak dari aktivitas vulkanik yang terus berlangsung di Selat Sunda.

Berdasarkan pantauan, hujan abu terpantau di beberapa titik di Bandar Lampung, termasuk wilayah Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Utara, dan sekitarnya. Abu vulkanik berwarna putih keabuan terlihat menutupi jalan, kendaraan, dan atap rumah warga, menciptakan pemandangan yang tak biasa.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi eksplosif yang menghasilkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian tertentu. Erupsi ini merupakan bagian dari dinamika aktivitas gunung api yang terletak di Selat Sunda tersebut.

Dampak langsung dari hujan abu vulkanik ini dirasakan oleh masyarakat. Sejumlah warga melaporkan adanya gangguan pernapasan ringan, iritasi mata, dan rasa gatal pada kulit akibat paparan abu. Pihak berwenang mengimbau warga untuk menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, aktivitas transportasi juga dilaporkan mengalami sedikit gangguan. Jarak pandang di beberapa ruas jalan menurun akibat gumpalan abu, sehingga pengendara diminta untuk lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Pihak terkait juga melakukan pembersihan jalan dari timbunan abu untuk meminimalkan dampak.

Gunung Anak Krakatau sendiri telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak beberapa waktu terakhir. Status aktivitas gunung api ini kerap berada pada level Waspada (Level II), yang menandakan adanya potensi erupsi lanjutan. Pemantauan ketat terus dilakukan oleh PVMBG.

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menginstruksikan jajarannya untuk memantau kondisi di lapangan dan memberikan imbauan kepada masyarakat. Kesiapsiagaan terhadap potensi dampak susulan, seperti hujan abu yang lebih tebal atau potensi lontaran material vulkanik, terus ditingkatkan.

Fenomena hujan abu vulkanik ini menjadi pengingat akan aktivitas geologis yang dinamis di wilayah Indonesia, khususnya di sekitar Selat Sunda yang merupakan rumah bagi gunung api aktif. Adaptasi dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi dampak bencana alam seperti ini.

Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mitigasi dampak yang mungkin timbul.

Bagikan: Facebook X WhatsApp