Sunday, 6 September 2026
BREAKING
Berita

Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebabkan Bandara Husein Sastranegara Ditutup Sementara

Oleh Ishak September 6, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, terpaksa menutup operasionalnya untuk sementara waktu pada hari ini, Jumat (6/9/2024), menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menimbulkan dampak abu vulkanik.

Penutupan sementara ini dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan penerbangan dan penumpang. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan laporan dan pantauan terkait sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu operasional pesawat.

Menurut informasi yang dihimpun, aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Letusan dan semburan abu vulkanik terpantau naik hingga ketinggian tertentu, yang kemudian terbawa oleh angin menuju wilayah yang berpotensi mempengaruhi jalur penerbangan dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara.

Pihak pengelola bandara, dalam hal ini PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara, menyatakan bahwa penutupan operasional bersifat sementara. Keputusan ini didasarkan pada analisis data terkait sebaran abu vulkanik yang dikeluarkan oleh badan meteorologi dan geofisika setempat serta otoritas penerbangan.

Sebagai akibatnya, sejumlah penerbangan yang seharusnya beroperasi dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara mengalami penundaan atau bahkan pembatalan. Maskapai penerbangan telah diinstruksikan untuk memberikan informasi terkini kepada penumpang mengenai status penerbangan mereka.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Status aktivitas gunung berapi ini menjadi perhatian utama untuk memastikan penanganan yang tepat dan cepat.

Dampak dari penutupan bandara ini tidak hanya dirasakan oleh penumpang yang memiliki jadwal penerbangan, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kelancaran logistik dan transportasi udara ke wilayah Jawa Barat. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan.

Situasi ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas gunung berapi di Indonesia, mengingat banyaknya gunung berapi aktif yang tersebar di berbagai wilayah. Pemantauan berkelanjutan dan kesiapan mitigasi bencana menjadi kunci dalam menghadapi potensi dampak dari fenomena alam ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp