Thursday, 3 September 2026
BREAKING
Berita

Prabowo Desak Perdagangan Bebas di Forum BRICS: ‘Jangan Ada Hambatan!’

Oleh Ishak September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, secara tegas menyuarakan desakannya agar prinsip perdagangan bebas diterapkan tanpa hambatan di hadapan para pemimpin negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) beserta negara-negara undangan lainnya. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi diskusi di KTT BRICS ke-15 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Kamis (24/8/2023), menekankan pentingnya aliran perdagangan yang lancar untuk kemajuan global.

Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia sangat mendukung prinsip perdagangan bebas dan multilateralisme. Ia secara eksplisit meminta agar tidak ada lagi hambatan-hambatan yang merugikan dalam perdagangan internasional. “Kita harus membuka perdagangan bebas. Jangan ada hambatan-hambatan yang merugikan kita semua,” ujar Prabowo.

Menteri Pertahanan RI ini juga menyoroti pentingnya kerja sama ekonomi yang inklusif di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus meningkat. Menurutnya, dengan adanya kerja sama yang kuat, negara-negara dapat saling mendukung untuk mengatasi tantangan ekonomi yang ada, termasuk inflasi dan potensi resesi.

Keterlibatan Prabowo dalam KTT BRICS ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam forum ekonomi global dan menjalin kemitraan strategis. Meskipun Indonesia bukan anggota BRICS, kehadirannya sebagai negara undangan menunjukkan signifikansinya dalam arsitektur ekonomi dan politik dunia.

Sebelumnya, Prabowo juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara yang hadir di KTT BRICS. Salah satunya adalah pertemuan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di mana keduanya membahas berbagai isu strategis, termasuk kerja sama ekonomi dan pertahanan.

Pesan Prabowo mengenai perdagangan bebas ini selaras dengan semangat forum BRICS yang kerap menyuarakan perlunya reformasi sistem perdagangan global yang dianggap belum sepenuhnya adil. Negara-negara BRICS sendiri memiliki kepentingan yang kuat dalam memperluas basis perdagangan mereka dan mengurangi dominasi blok ekonomi Barat.

Permintaan Prabowo ini juga mencerminkan posisi Indonesia yang terus mendorong integrasi ekonomi regional dan global. Dengan memperjuangkan perdagangan bebas, Indonesia berharap dapat meningkatkan daya saing produk-produknya di pasar internasional dan menarik lebih banyak investasi.

Ke depan, bagaimana implementasi prinsip perdagangan bebas ini akan direspons oleh negara-negara BRICS dan bagaimana dampaknya terhadap kebijakan perdagangan global akan menjadi perhatian penting. Upaya Indonesia untuk memperjuangkan hal ini di forum internasional menunjukkan peran aktifnya dalam membentuk tatanan ekonomi dunia yang lebih setara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp