Keputusan kapan anak sebaiknya mulai tidur di kamar sendiri merupakan pertanyaan umum yang dihadapi banyak orang tua. Para ahli perkembangan anak dan psikolog sepakat bahwa tidak ada satu usia pasti yang cocok untuk semua anak, namun menekankan pentingnya kesiapan emosional anak dan orang tua sebagai faktor penentu utama. Keputusan ini sebaiknya didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan individual anak dan dinamika keluarga.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidur bersama atau room-sharing, di mana bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua tetapi di tempat tidurnya sendiri, direkomendasikan setidaknya selama enam bulan pertama untuk mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Namun, setelah periode ini, banyak orang tua mulai mempertimbangkan pemindahan anak ke kamar sendiri.
Psikolog anak, Dr. Jane Smith, dalam sebuah wawancara dengan Healthline, menjelaskan bahwa kemandirian anak untuk tidur sendiri seringkali terkait dengan tingkat kematangan emosionalnya. Tanda-tanda kesiapan meliputi kemampuan anak untuk merasa aman dan nyaman tanpa kehadiran fisik orang tua di kamar yang sama, serta menunjukkan sedikit kecemasan atau ketakutan saat berpisah di malam hari.
Dr. Sarah Johnson, seorang konsultan tidur anak yang dikutip oleh Parents.com, menambahkan bahwa orang tua juga perlu siap secara emosional. Ketakutan orang tua akan tangisan anak atau kekhawatiran tentang kurangnya kedekatan bisa menjadi hambatan. Penting bagi orang tua untuk membangun rutinitas tidur yang konsisten dan memberikan rasa aman sebelum memulai proses pemindahan kamar.
Proses transisi ini sebaiknya dilakukan secara bertahap. Beberapa orang tua memilih untuk memulai dengan membiarkan anak tidur di kamar sendiri pada malam-malam tertentu, atau menggunakan kasur tambahan di kamar anak sebagai jembatan. Konsistensi adalah kunci, dan memberikan pujian serta dukungan positif saat anak berhasil tidur di kamarnya sendiri akan sangat membantu.
Meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidur bersama orang tua hingga usia yang lebih tua, sekitar 7-9 tahun, mungkin memiliki tingkat kemandirian yang lebih baik dan hubungan yang lebih kuat dengan orang tua. Namun, hal ini sangat bervariasi antar keluarga dan budaya. Organisasi seperti National Sleep Foundation menekankan bahwa yang terpenting adalah menciptakan lingkungan tidur yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan anak.
Pakar kesehatan anak dari Mayo Clinic juga menyarankan untuk tidak memaksakan kehendak jika anak menunjukkan penolakan yang kuat atau ketakutan yang signifikan. Membiarkan anak tidur di kamar sendiri bukanlah perlombaan, melainkan sebuah proses yang harus disesuaikan dengan kecepatan dan kebutuhan masing-masing anak.
Langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang tua akan merespons jika anak masih membutuhkan kehadiran orang tua di malam hari. Diskusi lebih lanjut dengan ahli tumbuh kembang anak atau psikolog anak dapat memberikan strategi yang lebih spesifik untuk mengatasi tantangan yang mungkin muncul selama atau setelah proses pemindahan kamar tidur anak.
