Masa jabatan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan segera berakhir, dan sebelum menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Destry Damayanti, ia menitipkan pesan penting. Perry menekankan perlunya menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan, sekaligus mendorong inovasi digital untuk menghadapi tantangan di masa depan. Pesan ini disampaikan dalam konteks transisi kepemimpinan di otoritas moneter Indonesia yang krusial bagi keberlangsungan perekonomian nasional.
Perry Warjiyo, yang telah memimpin BI sejak Mei 2018, dijadwalkan mengakhiri masa baktinya pada Mei 2023. Selama kepemimpinannya, Perry dikenal dengan berbagai kebijakan strategis, termasuk penguatan kebijakan makroprudensial, pengembangan sistem pembayaran digital, dan peran aktif BI dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19. Pengalaman dan rekam jejaknya menjadi landasan bagi pesan yang ia sampaikan kepada penggantinya.
Destry Damayanti sendiri telah resmi dipilih dan disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk periode 2023-2028. Proses pemilihan Destry berjalan lancar, menandakan adanya kepercayaan dari lembaga legislatif terhadap kemampuannya untuk memimpin bank sentral di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang kompleks.
Dalam pesannya, Perry secara spesifik menyoroti pentingnya menjaga inflasi tetap terkendali dan nilai tukar Rupiah yang stabil. Stabilitas makroekonomi ini menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kepercayaan investor. Ia juga mengingatkan agar BI terus proaktif dalam mengantisipasi dan merespons berbagai risiko yang mungkin timbul, baik dari faktor eksternal maupun internal.
Selain aspek stabilitas, Perry juga memberikan penekanan kuat pada pentingnya inovasi, khususnya dalam ranah digitalisasi. Bank Indonesia di bawah kepemimpinannya telah banyak mendorong pengembangan teknologi finansial (fintech) dan sistem pembayaran nirsentuh. Perry berpesan agar Destry melanjutkan dan memperluas upaya ini, mengingat transformasi digital menjadi keniscayaan dalam lanskap ekonomi global modern.
Inovasi digital tidak hanya penting untuk efisiensi operasional BI, tetapi juga untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang semakin pesat. Pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) dan integrasi sistem pembayaran lintas negara juga menjadi area yang perlu terus dieksplorasi dan dikembangkan lebih lanjut.
Pesan perpisahan dari Perry Warjiyo ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi Destry Damayanti dalam menjalankan tugasnya. Transisi kepemimpinan di Bank Indonesia merupakan momen penting yang selalu disorot oleh pelaku pasar dan pengamat ekonomi, mengingat peran strategis BI dalam menjaga kesehatan perekonomian nasional.
Dengan pengalaman panjangnya di sektor keuangan, termasuk pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dan juga sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK, Destry Damayanti diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan baik. Tantangan ke depan memang tidak ringan, namun dengan fondasi yang telah dibangun dan arahan dari pendahulunya, diharapkan BI dapat terus menjalankan mandatnya secara optimal.
