Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyuarakan keprihatinan mendalam terkait tunggakan gaji pemain yang mencapai angka fantastis Rp14 miliar. APPI mendesak pihak I.League untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap klub-klub yang masih memiliki kewajiban finansial tertunggak kepada para atletnya. Desakan ini dilayangkan dengan target penyelesaian sebelum kompetisi I.League musim 2026/2027 bergulir.
Permasalahan menahun ini, menurut APPI, bukan sekadar persoalan administratif semata. “Tunggakan gaji ini sangat berdampak pada psikologis dan performa pemain di lapangan. Ini juga mencerminkan tata kelola klub yang buruk,” ujar perwakilan APPI, Rian. Ia menambahkan bahwa situasi ini dapat mengganggu stabilitas liga secara keseluruhan jika tidak segera diatasi.
Lebih lanjut, APPI menyoroti bahwa total tunggakan gaji yang terakumulasi hingga kini mencapai Rp14.017.000.000. Angka ini merupakan akumulasi dari berbagai klub yang terlibat dalam masalah ini. APPI telah mengidentifikasi sejumlah klub yang memiliki catatan tunggakan terpanjang dan terbesar.
APPI menegaskan bahwa penyelesaian tunggakan gaji ini menjadi prasyarat penting bagi berjalannya kompetisi yang sehat dan profesional. “Kami berharap I.League bisa menjadikan ini prioritas utama. Klub harus bertanggung jawab penuh atas kewajiban mereka kepada pemain. Ini demi masa depan sepak bola Indonesia,” tegas Rian.
Sebagai langkah konkret, APPI telah mengirimkan surat resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator I.League, serta kepada PSSI. Surat tersebut berisi desakan agar segera dilakukan evaluasi mendalam terhadap klub-klub bermasalah dan penerapan sanksi yang tegas bagi klub yang tidak memenuhi kewajibannya. APPI juga menekankan pentingnya regulasi yang lebih ketat terkait manajemen finansial klub di masa mendatang.
