Sunday, 30 August 2026
BREAKING
Berita

Ribuan Warga Kalbar Gelar Salat Minta Hujan di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Oleh Ishak August 30, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pontianak – Ribuan warga Kalimantan Barat menggelar salat istisqa atau salat minta hujan pada hari ini, Selasa (29/8/2023), sebagai upaya memohon turunnya hujan di tengah kondisi darurat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian parah. Aksi ibadah massal ini dipusatkan di beberapa titik, salah satunya di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, yang dipenuhi lautan manusia yang khusyuk memanjatkan doa.

Salat istisqa ini merupakan respons masyarakat terhadap memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat akibat asap pekat dari karhutla yang telah berlangsung berminggu-minggu. Jarak pandang di beberapa daerah dilaporkan sangat terbatas, mengganggu aktivitas sehari-hari, transportasi, hingga kesehatan masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan jemaah, terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak, tumpah ruah mengikuti salat yang dipimpin oleh para tokoh agama. Mereka mengenakan pakaian serba putih, menambah khidmat suasana di bawah langit yang diselimuti kabut asap.

Kegiatan serupa juga dilaporkan terjadi di kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat, mengindikasikan keprihatinan mendalam dan harapan besar masyarakat agar musibah karhutla segera berakhir dan hujan turun untuk memadamkan api. Doa bersama ini menjadi simbol solidaritas dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana lingkungan.

Kondisi karhutla di Kalimantan Barat memang telah mencapai titik kritis. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar menunjukkan luas lahan yang terbakar terus bertambah setiap harinya. Titik panas (hotspot) terpantau di berbagai wilayah, menyebabkan produksi asap yang signifikan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sendiri telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak beberapa waktu lalu. Berbagai upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan, baik melalui darat maupun udara menggunakan water bombing, namun terkendala oleh kondisi cuaca kering dan angin yang kencang.

Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat juga semakin mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit terkait pernapasan lainnya. Sekolah-sekolah pun telah mengeluarkan imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Salat istisqa ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan keputusasaan sekaligus harapan kolektif masyarakat Kalbar agar alam kembali bersahabat. Pelaksanaan ibadah ini diharapkan dapat menjadi titik balik untuk datangnya pertolongan, baik dari langit maupun dari kesadaran semua pihak untuk mencegah dan mengatasi karhutla.

Masyarakat berharap agar hujan segera turun dan memadamkan titik api yang tersisa, sekaligus membersihkan udara dari kabut asap yang menyesakkan. Kesadaran kolektif dan tindakan nyata dari semua elemen masyarakat serta pemerintah sangat dibutuhkan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp