Saturday, 29 August 2026
BREAKING
Berita

Harga Minyak Dunia Tergelincir Tajam, Jauhi Level Psikologis US$90 per Barel

Oleh Ishak August 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Harga minyak mentah global mengalami penurunan signifikan hingga 5% pada perdagangan terbaru, meninggalkan level psikologis US$90 per barel. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, terutama dari China, serta peningkatan pasokan minyak mentah.

Penurunan harga ini terlihat pada kedua acuan utama, yaitu West Texas Intermediate (WTI) dan Brent. WTI dilaporkan ambles lebih dari 5% dan diperdagangkan di kisaran US$78 per barel, sementara Brent juga mengalami pelemahan serupa, mendekati level US$82 per barel. Angka ini merupakan salah satu pelemahan terbesar yang dicatat dalam beberapa waktu terakhir.

Beberapa faktor menjadi penyebab utama tergelincirnya harga minyak ini. Salah satunya adalah data ekonomi China yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor manufaktur China dilaporkan menyentuh level kontraksi, mengindikasikan penurunan aktivitas industri yang dapat mengurangi permintaan energi.

Selain itu, kekhawatiran mengenai permintaan global secara umum juga terus membayangi pasar minyak. Kenaikan suku bunga acuan di berbagai negara maju untuk memerangi inflasi dikhawatirkan akan menekan pertumbuhan ekonomi, yang berujung pada penurunan konsumsi energi.

Di sisi penawaran, ada indikasi peningkatan pasokan minyak mentah. Laporan menunjukkan adanya peningkatan produksi dari beberapa negara produsen, meskipun Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) telah berupaya menstabilkan pasar melalui pemangkasan produksi.

Analis pasar energi melihat pergerakan harga ini sebagai respons terhadap keseimbangan antara kekhawatiran resesi global dan upaya pengekangan pasokan dari produsen utama. Sentimen pasar yang cenderung berhati-hati terhadap prospek ekonomi global menjadi faktor dominan dalam pelemahan harga saat ini.

Dampak dari penurunan harga minyak ini dapat bervariasi. Bagi negara pengimpor minyak, ini bisa menjadi kabar baik karena dapat mengurangi beban biaya energi dan inflasi. Namun, bagi negara produsen minyak, penurunan harga dapat memengaruhi pendapatan negara dan investasi di sektor energi.

Pergerakan harga minyak ke depan akan terus dipantau dengan cermat, mengingat sensitivitasnya terhadap perkembangan ekonomi global, kebijakan energi negara-negara produsen, dan situasi geopolitik yang dapat memengaruhi pasokan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp