Saturday, 29 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Mengenali Ciri-Ciri Anak yang Merasa Kurang Kasih Sayang Orang Tua Sejak Dini

Oleh Destian August 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kasih sayang orang tua merupakan fondasi penting dalam tumbuh kembang anak. Ketika anak merasa kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang, hal ini dapat memunculkan berbagai ciri perilaku yang seringkali terbawa hingga dewasa. Memahami tanda-tanda ini menjadi krusial bagi orang tua untuk segera melakukan perbaikan demi kesehatan mental dan emosional buah hati mereka.

Psikolog anak seringkali mengidentifikasi beberapa indikator umum pada anak yang mengalami defisit kasih sayang. Salah satunya adalah kecenderungan anak untuk mencari perhatian secara berlebihan. Mereka mungkin akan melakukan tindakan yang menarik perhatian, baik positif maupun negatif, demi mendapatkan respons dari orang tua.

Selain itu, anak yang kurang kasih sayang juga bisa menunjukkan tanda-tanda kecemasan dan ketidakamanan. Mereka mungkin sering merasa khawatir, sulit percaya pada orang lain, atau menunjukkan perilaku menarik diri dari lingkungan sosial. Hal ini tercermin dari kesulitan mereka membangun hubungan yang sehat dan stabil di kemudian hari.

Perilaku agresif atau justru penurut yang ekstrem juga bisa menjadi sinyal. Beberapa anak mungkin menjadi lebih agresif sebagai bentuk luapan emosi terpendam atau kekecewaan, sementara yang lain memilih untuk menjadi sangat penurut agar tidak menimbulkan masalah dan tetap mendapatkan sedikit pengakuan.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Hamdi Muluk, dalam berbagai kesempatan diskusi publik mengenai pola asuh, menekankan pentingnya kehadiran emosional orang tua. Menurutnya, ketersediaan waktu berkualitas dan komunikasi terbuka jauh lebih berpengaruh daripada sekadar pemenuhan kebutuhan materiil semata.

Ciri lain yang patut diwaspadai adalah kesulitan anak dalam mengatur emosi. Mereka mungkin mudah marah, frustrasi, atau menangis tanpa alasan yang jelas, karena mereka belum belajar cara mengelola perasaan mereka dengan sehat akibat minimnya bimbingan emosional dari orang tua.

Dampak jangka panjang dari kurangnya kasih sayang orang tua dapat bervariasi, mulai dari rendah diri, kesulitan dalam menjalin hubungan intim, hingga masalah kesehatan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan. Jurnal kesehatan mental yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan RI juga seringkali menyoroti korelasi kuat antara pola asuh di masa kanak-kanak dengan kesejahteraan psikologis di usia dewasa.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan bagi orang tua mengenai pentingnya membangun ikatan emosional yang kuat, memberikan validasi perasaan anak, serta menjadi pendengar yang aktif sangatlah esensial. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui berbagai programnya juga terus mendorong kampanye pengasuhan positif yang berfokus pada pemenuhan hak emosional anak.

Para ahli merekomendasikan agar orang tua proaktif dalam mendeteksi dan mengatasi masalah ini. Langkah-langkah sederhana seperti meluangkan waktu untuk bermain bersama, mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi, dan memberikan pujian yang tulus dapat membuat perbedaan besar. Jika kekhawatiran berlanjut, konsultasi dengan profesional di bidang psikologi anak sangat disarankan untuk mendapatkan panduan yang tepat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp