Saturday, 29 August 2026
BREAKING
Teknologi

Batu ‘Shaligram’ Raksasa: Penampakan Pasca-Banjir Nepal yang Viral Ternyata Hoax

Oleh Achmad August 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah batu berukuran raksasa yang diklaim sebagai ‘Shaligram’ mendadak viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, dikaitkan dengan peristiwa banjir yang melanda Nepal. Namun, penelusuran lebih lanjut mengungkap fakta bahwa objek yang membuat heboh tersebut bukanlah penemuan baru yang muncul akibat bencana alam tersebut.

Klaim yang beredar menyebutkan bahwa banjir besar yang terjadi di Nepal telah membawa batu ‘Shaligram’ berukuran masif ke permukaan. Fenomena ini sontak menarik perhatian banyak orang, memicu spekulasi dan perdebatan mengenai asal-usul serta kebenarannya. Foto dan video batu tersebut pun menyebar luas, menambah ramainya diskursus di dunia maya.

Faktanya, batu yang menjadi sorotan itu ternyata sudah berada di lokasi tersebut jauh sebelum banjir terjadi. Sumber-sumber terpercaya menyatakan bahwa objek batu raksasa tersebut telah teridentifikasi dan berada di tepian Sungai Gandaki, Nepal, sebagai bagian dari lanskap alam yang ada. Penampakan batu ini bukanlah hasil dari aktivitas banjir yang baru saja terjadi.

Pihak berwenang dan para ahli telah mengklarifikasi bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa banjir tersebut telah memindahkan atau menampakkan batu ‘Shaligram’ raksasa tersebut. Batu tersebut merupakan formasi geologis yang telah lama ada dan menjadi bagian dari ekosistem sungai.

Penting untuk diingat bahwa ‘Shaligram’ sendiri adalah batu fosil amonit yang memiliki nilai spiritual tinggi dalam agama Hindu. Batu ini biasanya ditemukan di dasar Sungai Gandaki dan merupakan objek pemujaan. Namun, dalam kasus ini, batu yang viral tersebut, meskipun memiliki ukuran besar, tidak dapat serta-merta dikategorikan sebagai ‘Shaligram’ hanya karena penampakannya pasca-banjir, apalagi jika memang sudah ada sebelumnya.

Penyebaran informasi yang tidak akurat ini menggarisbawahi pentingnya verifikasi fakta sebelum mempercayai dan menyebarkan berita, terutama yang berkaitan dengan fenomena alam dan isu-isu keagamaan. Masyarakat diingatkan untuk selalu merujuk pada sumber yang kredibel dan terverifikasi untuk mendapatkan informasi yang tepat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp