Friday, 28 August 2026
BREAKING
Teknologi

Citra Satelit Ungkap Penyebab Banjir Mematikan di Perbatasan Nepal-Tibet

Oleh Achmad August 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Banjir dahsyat yang melanda perbatasan Nepal dan Tibet, menyebabkan banyak korban jiwa dan orang hilang, kini mulai terkuak misterinya berkat analisis citra satelit. Saat tim penyelamat masih berjuang mencari korban, para ilmuwan telah menggunakan teknologi luar angkasa untuk memahami akar permasalahan bencana alam yang merenggut nyawa ini.

Menurut Dr. Basanta Adhikari, seorang peneliti di Center for the Study of Developing Societies (CSDS) di India, banjir tersebut dipicu oleh gletser yang pecah di Tibet. Pecahnya gletser ini menyebabkan luapan air yang luar biasa besar, kemudian mengalir deras ke wilayah Nepal. “Penyebab utama banjir ini adalah pecahnya gletser di Tibet,” jelas Dr. Adhikari dalam sebuah pernyataan.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 September 2023. Luapan air yang berasal dari gletser yang pecah tersebut menciptakan gelombang besar yang langsung menghantam berbagai wilayah di sepanjang perbatasan, termasuk daerah yang dihuni oleh masyarakat lokal. Dampaknya sangat mengerikan, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan hilangnya nyawa manusia.

Analisis citra satelit yang dilakukan oleh tim peneliti dari CSDS menunjukkan bahwa gletser yang pecah tersebut memiliki ukuran yang signifikan. Pecahnya gletser ini bukan fenomena yang sepenuhnya baru, namun kali ini dampaknya terasa jauh lebih parah. Perubahan iklim global diduga menjadi faktor pendorong di balik kerapuhan gletser-gletser di pegunungan tinggi.

Tim peneliti juga menemukan bahwa peristiwa ini menyebabkan perubahan pada lanskap di area terdampak. Citra satelit sebelum dan sesudah kejadian membandingkan kondisi gletser dan aliran sungai, mengkonfirmasi volume air yang sangat besar akibat pecahnya gletser. Informasi ini sangat krusial bagi upaya penanggulangan bencana dan pemulihan pasca-bencana.

Lebih lanjut, Dr. Adhikari menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi gletser di wilayah Himalaya. “Pemantauan yang lebih intensif dan respons cepat sangat diperlukan untuk mitigasi bencana di masa depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi mitigasi yang lebih efektif dalam menghadapi ancaman bencana serupa di masa mendatang, terutama di wilayah pegunungan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Bagikan: Facebook X WhatsApp