Thursday, 27 August 2026
BREAKING
Ekonomi

Pemerintah Jamin RAPBN 2027 Prudent dan Berkelanjutan, Defisit Dipatok 2,40%

Oleh Ishak August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 akan dirancang secara prudent atau hati-hati dan berkelanjutan. Komitmen ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di mana target defisit anggaran dipatok sebesar 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah forum penting di hadapan anggota Komisi XI DPR RI. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah dalam beberapa tahun mendatang, khususnya dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi nasional.

Target defisit anggaran sebesar 2,40% ini merupakan bagian dari kerangka fiskal jangka menengah yang telah disusun oleh pemerintah. Angka tersebut mencerminkan upaya untuk mengendalikan pelebaran defisit yang sempat terjadi akibat berbagai tantangan ekonomi, termasuk pandemi COVID-19. Penjagaan defisit pada level yang terkendali diharapkan dapat menjaga kesehatan fiskal negara dan kepercayaan investor.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menekankan bahwa prinsip ‘prudent’ dalam penyusunan RAPBN 2027 bukan hanya sekadar angka, melainkan mencakup pengelolaan belanja negara yang efektif dan efisien, serta optimalisasi penerimaan negara. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pembangunan.

Konsep ‘sustainable’ atau berkelanjutan dalam kebijakan fiskal mengacu pada kemampuan pemerintah untuk memenuhi kewajiban keuangan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kewajiban mereka. Ini berarti bahwa kebijakan anggaran harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap utang negara, investasi publik, dan kesejahteraan sosial.

Dalam konteks ini, pemerintah berupaya untuk terus meningkatkan kualitas belanja negara, misalnya dengan memprioritaskan program-program yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, daya saing, dan pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, reformasi struktural di berbagai sektor juga terus didorong untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan meningkatkan potensi penerimaan negara di masa depan.

Penyampaian RAPBN 2027 di hadapan DPR ini merupakan bagian dari siklus perencanaan anggaran tahunan yang krusial. Melalui dialog dan pembahasan bersama legislatif, pemerintah berupaya memastikan bahwa kebijakan anggaran yang dirancang selaras dengan aspirasi masyarakat dan prioritas pembangunan nasional, sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan fiskal.

Dengan menetapkan defisit pada angka 2,40% dan menekankan prinsip prudent serta sustainable, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk kembali ke jalur fiskal yang sehat pasca-reshuffle kabinet dan berbagai tantangan ekonomi global. Keberhasilan dalam menjaga target ini akan sangat bergantung pada eksekusi kebijakan yang disiplin dan kemampuan pemerintah dalam mengantisipasi dinamika ekonomi baik domestik maupun internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp