Monday, 24 August 2026
BREAKING
Ekonomi

UMJ Tingkatkan Kapasitas Nelayan Pesisir Sambas Melalui Pelatihan Koperasi dan Pemasaran

Oleh Ishak August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melalui Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSPK) membekali ratusan nelayan pesisir di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dengan pengetahuan dan keterampilan dalam tata kelola koperasi serta strategi pemasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan melalui pengelolaan usaha yang lebih profesional dan efektif, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang digagas oleh PSPP UMJ. Fokus utama pelatihan adalah memberdayakan nelayan agar mampu mengelola koperasi mereka secara mandiri dan efisien, mulai dari aspek administrasi, keuangan, hingga pengambilan keputusan strategis. Selain itu, para nelayan juga diberikan pemahaman mendalam mengenai teknik pemasaran produk perikanan yang inovatif dan mampu bersaing di pasar modern.

Menurut Dr. H. Mukti F. Marbun, M.Pd., selaku Ketua PSPP UMJ, inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap tantangan yang dihadapi nelayan tradisional, terutama dalam hal akses pasar dan pengelolaan hasil tangkapan. “Kami melihat potensi besar pada nelayan pesisir Sambas, namun mereka kerap terkendala dalam hal kelembagaan dan pemasaran. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka dapat membentuk koperasi yang kuat dan mampu memasarkan produk mereka dengan nilai jual yang lebih tinggi,” ujar Dr. Mukti F. Marbun.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, seperti pentingnya prinsip-prinsip koperasi, penyusunan rencana bisnis sederhana, manajemen rantai pasok produk perikanan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Para instruktur yang dihadirkan merupakan praktisi dan akademisi yang berpengalaman di bidang koperasi dan pemasaran perikanan, memastikan materi yang disajikan relevan dan aplikatif.

Salah satu peserta pelatihan, Bapak Ahmad, seorang nelayan dari Desa Tanjungmekar, Sambas, mengungkapkan antusiasmenya. “Selama ini kami hanya menjual hasil tangkapan begitu saja. Kami berharap dengan pelatihan ini, kami bisa lebih paham cara mengelola hasil tangkapan kami agar lebih bernilai dan bisa dijual ke tempat yang lebih jauh dengan harga yang lebih baik,” katanya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Sambas menyambut baik program ini. Kepala Dinas Perikanan Sambas, Bapak Khaidir, S.Sos., M.Si., menyatakan dukungannya terhadap upaya UMJ dalam memberdayakan nelayan. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari UMJ. Sinergi antara akademisi dan masyarakat nelayan seperti ini sangat penting untuk mendorong peningkatan ekonomi lokal, khususnya di sektor perikanan,” jelas Khaidir.

Melalui pengelolaan koperasi yang lebih baik, nelayan diharapkan dapat memiliki daya tawar yang lebih kuat terhadap tengkulak, mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah, serta meningkatkan skala usaha mereka. Selain itu, pemahaman mengenai strategi pemasaran akan membuka peluang baru, termasuk menjajaki pasar ekspor atau pasar khusus yang membutuhkan produk perikanan berkualitas tinggi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya berhenti pada sesi pelatihan, namun PSPP UMJ juga berencana untuk melakukan pendampingan lanjutan guna memastikan implementasi ilmu yang telah didapatkan oleh para nelayan. Diharapkan, program ini dapat menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan bagi komunitas nelayan di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp