Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tiba di Pekanbaru, Riau, pada hari Selasa (24/8/2026) dan langsung memimpin rapat koordinasi mengenai penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kedatangan Prabowo ini menegaskan urgensi penanganan masalah asap yang kembali mengancam wilayah tersebut.
Prabowo mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sekitar pukul 10.00 WIB. Seketika setelah tiba, beliau didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau langsung menuju lokasi rapat untuk membahas strategi terkini dalam mengatasi titik api dan mencegah meluasnya kebakaran.
Rapat yang dipimpin oleh Prabowo ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Gubernur Riau, Pangdam, Kapolda, serta perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Fokus utama pembahasan adalah mengevaluasi situasi terkini, mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan, dan merumuskan langkah-langkah antisipatif yang lebih efektif.
Kementerian Pertahanan, melalui arahan langsung Prabowo, diharapkan dapat memberikan dukungan penuh dalam upaya pemadaman dan pencegahan Karhutla. Ini mencakup potensi pengerahan sumber daya tambahan, baik personel maupun peralatan, jika diperlukan untuk memperkuat operasi penanggulangan bencana di Riau.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini mengenai peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Sumatera, termasuk Riau, akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Data titik api yang terpantau menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.
Penanganan Karhutla di Riau selalu menjadi isu krusial setiap tahunnya. Kebakaran yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian ekologis dan ekonomi, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang pekat, bahkan hingga mengganggu aktivitas penerbangan.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan. Ia juga menginstruksikan agar seluruh elemen yang terlibat bekerja keras dan tanpa kenal lelah demi melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman Karhutla.
Kunjungan dan kepemimpinan rapat oleh Menteri Pertahanan ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan dalam penanganan Karhutla di Riau, serta memastikan kesiapan dan respons yang cepat dalam menghadapi potensi bencana yang lebih besar.
