Desa Wisata Wae Rebo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa ditutup sementara bagi kunjungan wisatawan menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (20/12/2022). Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan melakukan penilaian dampak kerusakan.
Kepala Desa Wae Rebo, Siprianus Golo, dalam keterangannya kepada media pada Rabu (21/12/2022), menyatakan bahwa keputusan penutupan diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan tim penilai dampak bencana. “Kami menutup sementara untuk memastikan kondisi aman bagi pengunjung dan masyarakat di sini,” ujar Siprianus.
Gempa yang berpusat di laut Flores dengan kedalaman 10 kilometer ini dirasakan kuat di beberapa wilayah NTT, termasuk Manggarai. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa di Wae Rebo, getaran gempa dilaporkan menyebabkan beberapa kerusakan pada bangunan tradisional Mbaru Niang yang menjadi ikon desa tersebut. Foto-foto yang beredar menunjukkan adanya keretakan pada beberapa dinding rumah adat.
“Kami sedang melakukan pendataan lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan. Yang jelas, beberapa bagian dari Mbaru Niang ada yang retak. Kami perlu waktu untuk memastikan semuanya aman sebelum kembali membuka akses bagi wisatawan,” tambah Siprianus Golo. Ia belum bisa memastikan kapan desa wisata yang terkenal dengan rumah adatnya ini akan kembali dibuka.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat, Theofilus S. S. Manek, membenarkan adanya gempa tersebut dan dampaknya yang terasa hingga ke Wae Rebo. Pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan yang diperlukan. “Kami terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,” kata Theofilus.
Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di NTT yang menawarkan pengalaman budaya dan alam yang unik. Desa ini terletak di pedalaman Flores dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki selama beberapa jam melalui jalur pendakian. Penutupan sementara ini tentu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang bergantung pada sektor pariwisata.
Pihak pengelola dan pemerintah daerah diharapkan segera merampungkan penilaian kerusakan dan melakukan perbaikan agar Wae Rebo dapat segera kembali beroperasi melayani wisatawan. Perkembangan selanjutnya mengenai evaluasi keamanan dan jadwal pembukaan kembali akan terus diinformasikan.
