Friday, 21 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Pesawat Listrik Terbesar Dunia Berhasil Uji Terbang 27 Menit, Biaya Operasi Rp89 Ribu

Oleh Destian August 21, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah tonggak sejarah dalam penerbangan berkelanjutan dicapai dengan keberhasilan uji terbang pesawat listrik terbesar di dunia. Pesawat bernama ‘Alice’ ini berhasil mengudara selama 27 menit dengan biaya operasional yang sangat minim, diperkirakan hanya sekitar Rp89 ribu untuk pengisian daya baterainya. Keberhasilan ini membuka babak baru potensi transportasi udara yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.

Uji terbang bersejarah ini dilakukan oleh Eviation Aircraft, perusahaan yang mengembangkan pesawat listrik inovatif tersebut. Pesawat Alice sukses lepas landas, terbang, dan mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Grant County, Washington, Amerika Serikat, pada 24 September 2022. Durasi penerbangan yang mencapai 27 menit ini menjadi bukti nyata kemampuan prototipe pesawat listrik yang dirancang untuk berbagai keperluan, termasuk penumpang, kargo, dan keperluan bisnis.

Menurut Eviation Aircraft, biaya operasional yang sangat rendah ini berasal dari efisiensi penggunaan energi listrik dibandingkan dengan bahan bakar aviasi konvensional. Perkiraan biaya Rp89 ribu dihitung berdasarkan tarif listrik umum di Amerika Serikat untuk mengisi penuh baterai pesawat. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan biaya bahan bakar untuk penerbangan serupa menggunakan pesawat bermesin jet atau baling-baling.

Pesawat Alice dirancang dengan konfigurasi tiga motor listrik yang terpasang di sayap. Konfigurasi ini diklaim tidak hanya meningkatkan efisiensi aerodinamis tetapi juga memberikan redundansi untuk keselamatan penerbangan. Desainnya yang aerodinamis dan penggunaan material ringan berkontribusi pada performa penerbangan yang optimal.

CEO Eviation Aircraft, Omer Bar-Yohay, dalam berbagai kesempatan menyatakan optimismenya terhadap masa depan penerbangan listrik. Ia menekankan bahwa Alice dirancang untuk dapat beroperasi di bandara regional yang lebih kecil, sehingga dapat membuka rute-rute baru yang sebelumnya tidak ekonomis dilayani oleh pesawat konvensional. Potensi ini sangat signifikan untuk menghubungkan komunitas yang terpencil dan mengurangi ketergantungan pada transportasi darat yang memakan waktu.

Keberhasilan uji terbang ini merupakan hasil dari serangkaian pengembangan dan pengujian yang telah dilakukan Eviation Aircraft selama bertahun-tahun. Pesawat Alice sendiri telah diperkenalkan sejak tahun 2019, namun berbagai tantangan teknis dan regulasi harus dilalui sebelum uji terbang skala penuh dapat dilakukan. Kolaborasi dengan berbagai mitra industri juga menjadi kunci dalam mewujudkan inovasi ini.

Meskipun hasil uji terbang ini sangat menjanjikan, masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum pesawat listrik ini dapat beroperasi secara komersial. Sertifikasi dari badan penerbangan sipil seperti Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat menjadi prasyarat utama. Eviation Aircraft menargetkan sertifikasi ini dapat diperoleh dalam beberapa tahun ke depan, dengan harapan dapat memulai produksi massal dan pengiriman unit pertama kepada pelanggan pada tahun 2027.

Keberhasilan Alice dalam uji terbang ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Eviation Aircraft, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi industri penerbangan global yang tengah berupaya keras mengurangi emisi karbon. Perkembangan pesawat listrik seperti Alice diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk mencapai target keberlanjutan dalam sektor transportasi udara di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp