Sebuah insiden yang mengundang kecaman luas terjadi di Svalbard, Norwegia, ketika sekelompok turis dilaporkan mengganggu seekor beruang kutub yang sedang tidur dengan menggunakan klakson kendaraan. Aksi nekat ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, memicu kemarahan publik dan perhatian dari otoritas konservasi.
Kejadian ini diduga berlangsung pada awal Agustus 2026, berdasarkan laporan yang beredar. Video yang beredar menunjukkan sebuah kendaraan mendekati beruang kutub yang sedang beristirahat di tepi pantai. Tiba-tiba, klakson kendaraan dibunyikan keras, sontak membuat beruang kutub tersebut terkejut dan segera bangkit dari tidurnya.
Meskipun video tersebut tidak secara eksplisit menunjukkan identitas para turis atau kendaraan yang digunakan, insiden ini telah menarik perhatian serius dari Gubernur Svalbard. Pihak berwenang menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan tersebut yang dinilai sangat berbahaya, baik bagi hewan maupun manusia.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh berbagai media, pihak kantor Gubernur Svalbard menekankan bahwa beruang kutub adalah hewan liar yang harus dihormati dan dijaga jaraknya. Mengganggu aktivitas hewan, terutama saat mereka beristirahat, dapat menyebabkan stres berat dan perubahan perilaku yang tidak terduga.
“Kami sangat menyayangkan insiden seperti ini terjadi. Beruang kutub adalah spesies yang dilindungi dan keselamatan mereka adalah prioritas utama kami. Tindakan seperti ini tidak hanya ilegal tetapi juga sangat tidak bertanggung jawab,” ujar seorang juru bicara dari Kantor Gubernur Svalbard, seperti dilaporkan oleh media lokal.
Peraturan di Svalbard sangat ketat mengenai interaksi dengan satwa liar, terutama beruang kutub. Jarak aman yang direkomendasikan untuk pengamatan adalah minimal 100 meter, dan dilarang keras untuk mendekati, memberi makan, atau mengganggu hewan-hewan ini dalam kondisi apapun.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya edukasi dan kesadaran bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah-daerah dengan ekosistem sensitif. Otoritas Svalbard berencana untuk meningkatkan pengawasan dan kampanye kesadaran untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi para pelaku dan menindak mereka sesuai hukum yang berlaku. Denda yang berat dan bahkan ancaman hukuman penjara dapat dikenakan bagi pelanggaran serius terhadap peraturan konservasi satwa liar di Svalbard.
