Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
Berita

FTSE Russell Tunda Review Indeks RI, Saham Grup Salim Terancam Dikeluarkan

Oleh Ishak August 19, 2026 3 hours lalu 0 komentar

FTSE Russell, penyedia indeks global terkemuka, mengumumkan penundaan peninjauan ulang (review) berkala indeks saham Indonesia. Keputusan ini diambil menyusul adanya potensi perubahan kepemilikan saham PT Sarana Kaltim Tiga (SKT) yang berisiko mengeluarkan saham dari indeks, termasuk saham Grup Salim. Penundaan ini memberikan waktu tambahan bagi pemangku kepentingan untuk meninjau kembali status saham tersebut sebelum keputusan akhir diambil.

Peninjauan ulang indeks FTSE Russell yang seharusnya dilakukan pada Juni 2024 dan berlaku efektif pada Juni 2025 ini, ditunda hingga peninjauan berikutnya. Keputusan ini diumumkan pada 18 Juni 2024. Penundaan ini memberikan kesempatan bagi PT Sarana Kaltim Tiga (SKT) untuk menyelesaikan persoalan terkait kepemilikan sahamnya yang dinilai belum memenuhi kriteria kelayakan indeks.

Ancaman utama dari penundaan ini adalah potensi dikeluarkannya saham PT Sarana Kaltim Tiga (SKT) dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Jika saham SKT akhirnya dihapus, hal ini dapat berdampak pada pergerakan harga saham tersebut dan juga dapat memicu penjualan oleh reksa dana dan manajer investasi yang mengacu pada indeks FTSE.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa masalah utama terkait SKT adalah perubahan struktur kepemilikan sahamnya. Regulasi FTSE Russell menetapkan kriteria ketat terkait free float atau jumlah saham yang beredar di publik, serta kepemilikan saham oleh pihak terafiliasi. Perubahan kepemilikan yang tidak memenuhi kriteria ini dapat berujung pada penghapusan saham dari indeks.

Berdasarkan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan laporan media, PT Sarana Kaltim Tiga (SKT) merupakan emiten yang tercatat di bursa. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor, termasuk investasi dan jasa terkait energi. Keterkaitannya dengan Grup Salim menjadi sorotan karena pengaruhnya yang signifikan dalam pasar modal Indonesia.

Dampak penundaan ini tidak hanya terbatas pada saham SKT. Jika saham SKT dihapus dari indeks, hal ini berpotensi mempengaruhi portofolio investasi reksa dana dan ETF (Exchange Traded Fund) yang melacak indeks FTSE Indonesia. Investor institusional yang menggunakan indeks ini sebagai benchmark mereka mungkin perlu melakukan penyesuaian portofolio mereka.

Kabar penundaan ini disambut dengan beragam reaksi di pasar. Beberapa analis berpendapat bahwa penundaan ini memberikan kejelasan sementara dan kesempatan bagi emiten untuk memperbaiki struktur kepemilikan. Namun, ketidakpastian mengenai status akhir saham SKT masih membayangi pasar.

FTSE Russell secara berkala melakukan review terhadap indeks-indeks yang mereka kelola untuk memastikan bahwa indeks tersebut tetap mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya dan memenuhi kriteria kelayakan yang telah ditetapkan. Proses review ini mencakup analisis terhadap likuiditas saham, free float, kapitalisasi pasar, dan kriteria lainnya.

Investor dan pelaku pasar kini menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai status saham PT Sarana Kaltim Tiga (SKT) dan keputusan akhir dari FTSE Russell pada periode review berikutnya. Perubahan signifikan pada komposisi indeks dapat mempengaruhi aliran dana investasi asing ke pasar saham Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp