Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Mitos atau Fakta: Beras Dicuci Berkali-kali Membuat Nasi Lebih Pulen?

Oleh Destian August 19, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan mencuci beras sebelum dimasak, bahkan ada yang melakukannya berkali-kali. Anggapan umum yang berkembang adalah bahwa mencuci beras berulang kali akan menghasilkan nasi yang lebih pulen. Namun, benarkah klaim ini, atau justru ada dampak lain yang perlu dipertimbangkan?

Praktik mencuci beras umumnya bertujuan untuk menghilangkan debu, kotoran, atau sisa sekam yang mungkin masih menempel pada butiran beras. Air bilasan pertama biasanya terlihat keruh karena adanya pati yang larut. Proses pencucian ini diyakini dapat membuat tekstur nasi menjadi lebih terpisah saat matang, bukan justru lebih pulen.

Pakar teknologi pangan dan nutrisi, seperti yang sering dibahas dalam berbagai forum diskusi gizi dan pangan, menjelaskan bahwa pati beras yang larut saat dicuci adalah komponen yang berkontribusi pada kekenyalan dan kepulenan nasi. Mencuci beras terlalu sering, terutama dengan menggosok butiran beras, justru dapat menghilangkan sebagian pati tersebut.

Menurut sejumlah sumber ahli gizi dan pakar kuliner yang dikutip oleh media nasional seperti Kompas.com dan Detik.com dalam berbagai artikel terkait tips memasak nasi, mencuci beras cukup satu hingga dua kali bilas sudah memadai untuk menghilangkan kotoran. Bilasan pertama biasanya cukup untuk membersihkan sebagian besar kotoran, dan bilasan kedua dapat membantu menghilangkan sisa-sisa pati yang berlebih jika diinginkan.

Lebih lanjut, beberapa sumber mengaitkan kepulenan nasi dengan jenis beras itu sendiri, kadar air saat memasak, dan cara memasak. Beras jenis ketan atau beras dengan kadar amilosa rendah secara alami cenderung lebih pulen dibandingkan beras dengan kadar amilosa tinggi. Memasak dengan perbandingan air yang tepat juga sangat krusial; terlalu banyak air bisa membuat nasi lembek, sedangkan terlalu sedikit bisa membuat nasi keras.

Salah satu tantangan dalam mengidentifikasi fakta yang pasti adalah kurangnya penelitian ilmiah berskala besar yang secara spesifik menguji dampak jumlah bilasan air terhadap kepulenan nasi di Indonesia. Namun, prinsip dasar ilmu pangan mengenai kelarutan pati memberikan indikasi kuat bahwa mencuci berlebihan justru berpotensi mengurangi kepulenan.

Oleh karena itu, klaim bahwa mencuci beras berkali-kali membuat nasi lebih pulen tampaknya lebih merupakan mitos yang beredar di masyarakat daripada sebuah fakta ilmiah yang terbukti. Praktik yang disarankan oleh para ahli adalah mencuci secukupnya untuk kebersihan, sambil memperhatikan jenis beras dan rasio air yang tepat untuk mendapatkan nasi yang diinginkan.

Masyarakat diharapkan dapat meninjau kembali kebiasaan mencuci beras mereka berdasarkan informasi yang lebih akurat. Untuk mendapatkan nasi yang pulen dan lezat, fokus pada pemilihan jenis beras berkualitas dan teknik memasak yang benar mungkin lebih efektif daripada sekadar memperbanyak jumlah bilasan air.

Bagikan: Facebook X WhatsApp