Pelatih tim nasional sepak bola Malaysia, Tan Cheng Hoe, secara terbuka mengakui bahwa lini pertahanan timnya masih memiliki kelemahan signifikan. Kekhawatiran ini muncul menjelang potensi pertemuan dengan Vietnam, yang dikenal memiliki lini serang sangat kuat.
Menurut Tan Cheng Hoe, Harimau Malaya belum memiliki kekuatan pertahanan yang memadai untuk menghadapi keganasan serangan tim Vietnam. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks evaluasi performa tim dan persiapan menghadapi kompetisi mendatang, di mana Vietnam diprediksi menjadi salah satu lawan terberat.
“Kita harus jujur mengatakan bahwa pertahanan kita belum cukup kuat untuk menghentikan serangan mereka. Kita perlu meningkatkan kemampuan individu dan kolektif para pemain belakang,” ujar Tan Cheng Hoe. Ia menekankan bahwa kerja sama tim di lini pertahanan menjadi kunci utama yang perlu diperbaiki. Kecepatan, ketepatan, dan komunikasi antar pemain belakang harus ditingkatkan agar mampu meminimalisir peluang lawan.
Pelatih berusia 53 tahun tersebut menambahkan bahwa Vietnam memiliki pemain-pemain yang dinamis dan memiliki naluri mencetak gol yang tinggi. Keunggulan fisik dan kecepatan pemain Vietnam menjadi tantangan tersendiri bagi pertahanan Malaysia. “Mereka punya pemain-pemain yang cepat dan lincah. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” tambahnya.
Tan Cheng Hoe juga mengindikasikan bahwa perbaikan tidak hanya terbatas pada lini belakang. Ia menyebutkan perlunya ada keseimbangan antara lini serang dan pertahanan. Namun, fokus utama saat ini adalah bagaimana memperkuat benteng pertahanan agar tidak mudah ditembus lawan. Evaluasi mendalam terhadap performa para pemain belakang sedang dilakukan untuk mengidentifikasi area yang paling membutuhkan perbaikan.
“Kami akan terus bekerja keras dalam latihan untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Kami juga akan melihat lagi kualitas pemain yang ada dan mungkin melakukan penyesuaian strategi,” jelas Tan Cheng Hoe. Ia berharap dengan adanya perbaikan ini, Malaysia dapat tampil lebih solid dan mampu memberikan perlawanan yang berarti jika kembali berhadapan dengan Vietnam di ajang internasional.
