Saturday, 15 August 2026
BREAKING
Teknologi

Gempa NTT 7,7 Guncang Flores, 200 BTS Terganggu

Oleh Achmad August 15, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (14/12/2021) lalu, dilaporkan berdampak signifikan pada infrastruktur telekomunikasi. Sebanyak 200 unit base transceiver station (BTS) atau menara pemancar sinyal dilaporkan mengalami gangguan operasional akibat guncangan dahsyat tersebut.

Gangguan pada ratusan BTS ini tentu saja berpotensi menghambat akses komunikasi di wilayah terdampak. Laporan mengenai jumlah BTS yang terganggu ini disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui keterangan resminya. Pihak Kominfo juga merinci lokasi-lokasi spesifik yang mengalami dampak terparah.

Menurut data yang dihimpun, daerah yang paling banyak mengalami gangguan BTS adalah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dengan jumlah mencapai 150 unit. Wilayah ini memang berada di zona terdampak gempa yang cukup kuat, meskipun pusat gempa berada di perairan Flores.

Selain itu, gangguan juga meluas ke beberapa daerah lain di NTT. Kabupaten Alor mencatat ada 30 BTS yang terdampak, sementara Kabupaten Flores Timur melaporkan 10 BTS mengalami masalah. Di Kabupaten Sikka, sebanyak 5 BTS juga dilaporkan terganggu fungsinya. Wilayah lain yang turut terdampak adalah Kabupaten Lembata dengan 3 BTS dan Kabupaten Ende dengan 2 BTS.

Menanggapi situasi ini, Kominfo bersama dengan para operator telekomunikasi telah bergerak cepat. Upaya perbaikan dan pemulihan operasional BTS yang terganggu tengah dilakukan secara intensif. “Kami sedang berupaya memulihkan kembali agar layanan telekomunikasi bisa normal kembali,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (14/12/2021) malam.

Ismail menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah setempat untuk memetakan area terdampak secara lebih detail dan memprioritaskan pemulihan di lokasi-lokasi yang paling membutuhkan. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat kembali terhubung dan mengakses informasi penting pasca bencana.

Bagikan: Facebook X WhatsApp