Saturday, 15 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Anak Sering Berbohong? Psikolog Ungkap 6 Langkah Penting untuk Orang Tua

Oleh Destian August 15, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Anak yang ketahuan berbohong kerap membuat orang tua geram. Namun, reaksi emosional yang berlebihan justru dapat memperburuk situasi. Pakar psikologi menyarankan orang tua untuk menahan diri dan menerapkan pendekatan yang lebih konstruktif.

Psikolog anak, Dr. Aisyah Fitriani, dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com, menekankan pentingnya orang tua memahami akar penyebab kebohongan anak sebelum mengambil tindakan. “Kebohongan pada anak bisa jadi manifestasi dari berbagai hal, mulai dari rasa takut dihukum, keinginan untuk mendapatkan perhatian, hingga meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya,” ujar Dr. Aisyah.

Menanggapi fenomena ini, beberapa pakar perkembangan anak telah merangkum serangkaian langkah yang bisa diadopsi orang tua. Langkah-langkah ini berfokus pada membangun komunikasi yang sehat dan menanamkan nilai kejujuran secara bertahap.

Langkah pertama yang disarankan adalah tetap tenang. Reaksi marah atau berteriak dapat membuat anak semakin tertutup dan enggan berbagi masalahnya di kemudian hari. Sebaliknya, cobalah untuk mendekati anak dengan nada bicara yang tenang dan penuh pengertian.

Selanjutnya, orang tua perlu mendengarkan alasan anak berbohong tanpa menyela. Memberikan ruang bagi anak untuk menjelaskan perspektifnya, sekecil apapun itu, dapat membantu orang tua memahami motif di baliknya. Setelah itu, penting untuk mengkomunikasikan dampak negatif dari kebohongan tersebut secara jelas namun tidak menghakimi.

Pakar lain, Dr. Budi Santoso, seorang pendidik yang aktif memberikan seminar parenting, menambahkan bahwa orang tua perlu memberikan contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari. “Anak belajar banyak dari apa yang mereka lihat. Jika kita ingin anak jujur, kita harus terlebih dahulu menunjukkan kejujuran dalam setiap interaksi kita,” kata Dr. Budi dalam sebuah webinar yang diadakan oleh Yayasan Lentera Harapan pada awal Mei 2023.

Tahap penting lainnya adalah menetapkan batasan yang jelas mengenai kejujuran dan konsekuensi yang akan diterima jika batasan tersebut dilanggar. Konsekuensi ini sebaiknya bersifat mendidik, bukan sekadar hukuman. Misalnya, jika anak berbohong tentang PR, konsekuensinya bisa berupa pengurangan waktu bermain untuk menyelesaikan PR tersebut.

Terakhir, orang tua disarankan untuk memberikan apresiasi ketika anak menunjukkan perilaku jujur, sekecil apapun itu. Pujian dan pengakuan positif akan memperkuat perilaku baik tersebut dan mendorong anak untuk terus berlaku jujur. Pendekatan ini, menurut para ahli, akan lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan dengan hukuman semata.

Bagikan: Facebook X WhatsApp