Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terkini pasca gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (15/8/2026) dini hari. Gempa yang berpusat di laut lepas ini dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan memicu respons tanggap darurat dari pemerintah daerah serta pusat.
Gempa kuat tersebut terjadi sekitar pukul 03:20 WITA, dengan pusat gempa berada di koordinat 7.71 Lintang Selatan (LS) dan 123.55 Bujur Timur (BT), sekitar 146 kilometer arah barat laut Kota Larantuka, Flores Timur, NTT, pada kedalaman 643 kilometer. Getaran gempa dirasakan cukup kuat hingga ke beberapa wilayah di luar NTT, termasuk sebagian Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Menindaklanjuti laporan awal, BNPB melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) segera mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak. Laporan yang masuk hingga pagi hari mengindikasikan adanya kerusakan pada infrastruktur, termasuk rumah warga dan fasilitas publik di beberapa kabupaten.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa tim reaksi cepat (TRC) telah dikerahkan untuk melakukan penilaian cepat terhadap dampak kerusakan dan kebutuhan mendesak. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga, mendata korban jika ada, serta melakukan penanganan awal terhadap kerusakan yang terjadi.
Data sementara yang dihimpun menunjukkan adanya rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang di beberapa daerah seperti Kabupaten Alor dan Flores Timur. Selain itu, laporan awal juga menyebutkan adanya dampak pada fasilitas umum seperti sekolah dan fasilitas kesehatan, meskipun skala kerusakannya masih dalam verifikasi lebih lanjut oleh tim di lapangan.
Meskipun gempa berpusat di kedalaman yang sangat signifikan, yang umumnya mengurangi potensi kerusakan permukaan yang parah, intensitas getaran yang dirasakan di beberapa wilayah dianggap cukup kuat. Hal ini memicu kekhawatiran warga dan perlunya upaya mitigasi serta penanganan pasca-bencana yang efektif.
Pemerintah daerah di NTT, bekerja sama dengan TNI, Polri, dan relawan, telah memulai upaya evakuasi dan distribusi bantuan awal kepada warga yang terdampak. Posko pengungsian darurat juga mulai disiapkan di beberapa lokasi strategis untuk menampung warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
BNPB terus mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga juga diminta untuk mengikuti arahan dari petugas penanggulangan bencana dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pihak berwenang masih terus memantau perkembangan situasi dan melakukan pendataan lebih rinci mengenai jumlah korban jiwa, luka-luka, serta tingkat kerusakan properti. Upaya pemulihan dan rehabilitasi akan segera dilakukan setelah penilaian dampak bencana secara menyeluruh selesai.
