Friday, 14 August 2026
BREAKING
Berita

Prabowo Tegur Bakamla di Hadapan DPR: Penyelundupan Masih Jadi PR Besar Indonesia

Oleh Ishak August 14, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melayangkan teguran keras kepada Badan Keamanan Laut (Bakamla) terkait masih maraknya aksi penyelundupan di wilayah perairan Indonesia. Teguran ini disampaikan Prabowo di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), menandakan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah keamanan laut.

Pernyataan Prabowo ini muncul dalam sebuah forum penting yang dihadiri para pemangku kebijakan di bidang pertahanan dan keamanan negara. Ia menekankan bahwa meskipun berbagai upaya telah dilakukan, penyelundupan, baik barang ilegal maupun manusia, masih menjadi ancaman nyata yang merugikan perekonomian dan kedaulatan bangsa.

Menurut sumber yang dihimpun, Prabowo secara spesifik menyoroti kurangnya sinergi atau efektivitas dalam penindakan di lapangan yang mungkin menjadi akar persoalan. Ia mengingatkan bahwa mandat Bakamla sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan laut harus dijalankan dengan lebih optimal dan responsif.

Aksi penyelundupan di Indonesia memang telah lama menjadi masalah kompleks. Berbagai komoditas, mulai dari narkoba, senjata, satwa langka, hingga barang-barang konsumsi ilegal, kerap berhasil masuk melalui jalur laut yang panjang dan berpulau-pulau. Hal ini tak hanya merugikan pendapatan negara dari pajak, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan dan stabilitas sosial.

Data dari berbagai lembaga penegak hukum menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023 dan awal 2024, masih banyak kasus penyelundupan yang berhasil diungkap. Namun, skala operasi penyelundupan yang terorganisir seringkali membuat penindakan menjadi tantangan tersendiri bagi aparat keamanan.

Teguran Prabowo ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi Bakamla untuk melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Perlu ada kajian mendalam mengenai strategi pengawasan, koordinasi antarlembaga terkait, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi yang dimiliki.

Dalam konteks yang lebih luas, keamanan maritim Indonesia juga bersinggungan dengan isu-isu geopolitik dan ekonomi global. Penyelundupan seringkali terkait dengan jaringan kejahatan transnasional yang memerlukan kerjasama internasional dalam penanganannya.

Penyampaian kritik di forum terhormat seperti rapat DPR-MPR mengindikasikan bahwa pemerintah memandang isu penyelundupan sebagai prioritas yang membutuhkan perhatian serius dan tindakan konkret. Ke depannya, diharapkan ada langkah-langkah perbaikan yang terukur dari Bakamla untuk memperkuat pengawasan dan penindakan di laut Nusantara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp