Thursday, 13 August 2026
BREAKING
Berita

IHSG Anjlok 1,18% di Sesi I, Arus Keluar Asing Capai Rp1,18 Triliun

Oleh Ishak August 13, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (16/8/2024), ambruk 1,18% ke level 6.800-an. Pelemahan ini didorong oleh aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai Rp1,18 triliun.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga jeda siang, IHSG tercatat turun 81,27 poin atau 1,18% ke posisi 6.803,85. Indeks sempat menyentuh level terendah di 6.802,11 dan tertinggi di 6.898,86. Volume perdagangan tercatat mencapai 8,98 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,71 triliun.

Pelemahan IHSG ini sejalan dengan tren negatif yang terjadi di pasar saham Asia. Sejumlah indeks utama di kawasan Asia seperti Nikkei Jepang, Hang Seng Hong Kong, dan Shanghai Composite China juga terpantau bergerak di zona merah.

Investor asing menjadi aktor utama di balik anjloknya IHSG pada sesi pertama ini. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,18 triliun. Aktivitas jual ini tersebar di berbagai sektor, namun beberapa sektor yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain sektor keuangan, energi, dan industri.

Sejumlah saham menjadi primadona aksi jual investor asing. Berdasarkan data perdagangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell terbesar disusul oleh saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Analisis pasar menyebutkan beberapa faktor dapat memicu aksi jual investor asing ini. Di antaranya adalah sentimen global terkait ketidakpastian ekonomi makro, potensi kenaikan suku bunga acuan di negara maju, serta kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, rilis data ekonomi domestik yang kurang menggembirakan juga bisa menjadi pertimbangan.

Kinerja sektor-sektor di BEI juga menunjukkan gambaran yang beragam namun mayoritas berada di zona merah. Sektor energi menjadi yang paling tertekan, diikuti oleh sektor keuangan, industri, serta teknologi. Hanya sektor kesehatan dan transportasi yang mampu mencatat penguatan tipis.

Menyikapi pelemahan ini, para pelaku pasar akan mencermati data ekonomi selanjutnya, baik dari dalam maupun luar negeri, serta pergerakan kebijakan moneter bank sentral utama dunia. Potensi pembalikan arah IHSG pada sesi kedua akan sangat bergantung pada sentimen pasar yang berkembang dan kemampuan investor domestik untuk menahan laju penjualan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp