Fenomena langka akan mewarnai Gerhana Matahari Total yang dijadwalkan pada 12 Agustus mendatang. Para ilmuwan tengah meneliti penampakan garis-garis gelap yang bergerak cepat, menyerupai bayangan ular, yang diprediksi akan terlihat selama peristiwa astronomi tersebut.
Penemuan mengejutkan ini diungkapkan oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Profesor Shigehisa Hoshino dari Universitas Tokyo. Selama gerhana matahari total sebelumnya, tim ini berhasil merekam serangkaian garis-garis gelap yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya. Garis-garis ini, yang oleh para ilmuwan dijuluki ‘bayangan ular’, muncul dan menghilang dengan cepat di area yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
Dalam sebuah pernyataan, Profesor Hoshino menjelaskan, “Kami sangat terkejut dengan penampakan ini. Garis-garis gelap ini muncul dan menghilang dengan sangat cepat, seolah-olah bergerak.” Ia menambahkan bahwa penampakan ini terjadi di luar daerah yang seharusnya terhalang oleh Bulan, sehingga menimbulkan pertanyaan besar mengenai asal-usulnya.
Untuk memahami lebih dalam fenomena ‘bayangan ular’ ini, tim peneliti akan mengerahkan peralatan canggih saat Gerhana Matahari Total 12 Agustus. Rencananya, mereka akan menggunakan kamera berkecepatan tinggi yang mampu merekam hingga 1.000 frame per detik. Teknologi ini diharapkan dapat menangkap pergerakan garis-garis gelap tersebut secara detail dan memberikan data yang lebih akurat.
Penelitian ini berfokus pada Gerhana Matahari Total yang akan melintasi wilayah Amerika Utara, termasuk Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Meskipun demikian, tim Profesor Hoshino berharap dapat memperoleh data yang lebih luas dengan memanfaatkan observasi dari berbagai lokasi.
Sebelumnya, pada Gerhana Matahari Total 8 April 2024, tim Profesor Hoshino telah berhasil merekam fenomena ini menggunakan kamera resolusi tinggi. Rekaman tersebut menunjukkan adanya pergerakan garis-garis gelap yang tidak dapat dijelaskan oleh fenomena atmosfer atau bayangan yang sudah dikenal. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk mengungkap misteri di balik ‘bayangan ular’ tersebut.
Para ilmuwan meyakini bahwa penelitian ini dapat membuka pemahaman baru mengenai lapisan terluar atmosfer Matahari, yang dikenal sebagai korona. Kemungkinan, ‘bayangan ular’ ini merupakan indikator dari proses fisika yang belum sepenuhnya dipahami di korona. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ilmu astronomi dan fisika Matahari.
