Dua orang berhasil diselamatkan dari bawah reruntuhan bangunan setelah terjebak selama 36 jam pasca gempa bumi dahsyat yang mengguncang Kolombia. Evakuasi dramatis ini menjadi sorotan di tengah upaya penyelamatan yang terus dilakukan di wilayah terdampak.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Huila, Kolombia, pada Selasa (18/6/2024) pukul 14:03 waktu setempat. Episenter gempa berada di dekat kota Algeciras, dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa terasa kuat hingga ibu kota Bogota dan kota-kota besar lainnya di negara itu.
Insiden penyelamatan yang menggugah ini terjadi di kota Neiva, ibu kota Provinsi Huila. Korban, yang belum disebutkan identitasnya secara lengkap, berhasil ditemukan dan dievakuasi setelah tim penyelamat bekerja tanpa henti. Kondisi mereka saat ditemukan dan selama proses evakuasi menunjukkan ketahanan luar biasa dalam menghadapi situasi yang mengerikan.
Tim penyelamat, yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, tentara, dan sukarelawan, mengerahkan segala upaya untuk mencapai para korban. Penggunaan alat berat, serta teknik penyelamatan manual, menjadi kunci dalam upaya mengeluarkan korban dari timbunan beton dan baja. Suasana tegang menyelimuti lokasi kejadian, disaksikan oleh warga setempat yang berharap penuh.
Gempa bumi ini tidak hanya menyebabkan kepanikan tetapi juga kerusakan infrastruktur yang signifikan. Laporan awal menyebutkan adanya bangunan yang roboh, retak, dan jalanan yang rusak di beberapa wilayah. Selain itu, dilaporkan pula adanya korban jiwa dan luka-luka akibat gempa yang berpusat di Huila ini.
Pemerintah Kolombia melalui lembaga terkait seperti Unidad Nacional para la GestiΓ³n del Riesgo de Desastres (UNGRD) segera mengaktifkan protokol tanggap darurat. Upaya pencarian dan penyelamatan korban, serta penanganan dampak gempa, menjadi prioritas utama. Bantuan logistik dan medis juga dikerahkan ke daerah-daerah yang paling parah terdampak.
Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Selain itu, warga juga diminta untuk melaporkan kerusakan yang dialami dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Koordinasi antarlembaga terkait terus ditingkatkan untuk memastikan respons yang efektif.
Kisah penyelamatan dramatis ini menjadi bukti semangat juang dan dedikasi para tim penyelamat. Di sisi lain, kejadian ini juga kembali mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah yang rawan gempa seperti Kolombia.
