Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
Berita

Harga Daging Ayam Melambung, “Emak-emak” Keluhkan Beban Belanja Kian Berat

Oleh Ishak August 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kenaikan harga daging ayam yang signifikan belakangan ini dilaporkan telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga. Lonjakan harga ini disebut-sebut berdampak langsung pada anggaran belanja rumah tangga, memaksa banyak “emak-emak” untuk menjerit akibat daya beli yang semakin tergerus.

Fenomena meroketnya harga daging ayam ini bukan hanya menjadi perbincangan hangat di pasar tradisional, tetapi juga ramai dibahas di media sosial. Berbagai unggahan video dan keluhan dari konsumen menunjukkan keprihatinan atas kondisi tersebut, yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan protein hewani bagi masyarakat.

Salah satu faktor yang disebut-sebut mempengaruhi lonjakan harga ini adalah isu terkait dengan Medium Bird Flu (MBF) atau Flu Burung pada unggas. Meskipun belum ada konfirmasi resmi secara luas mengenai dampak MBF terhadap harga ayam secara nasional, kekhawatiran akan wabah penyakit pada ternak kerap menjadi pemicu psikologis yang dapat mempengaruhi rantai pasok dan harga.

Kenaikan harga ini dilaporkan terjadi di berbagai daerah. Para pedagang di pasar tradisional mengaku turut merasakan dampak penurunan omzet karena daya beli masyarakat yang menurun akibat mahalnya harga daging ayam. “Biasanya sehari bisa laku sekian kilo, sekarang turun drastis,” ujar salah seorang pedagang di salah satu pasar.

Bagi rumah tangga, daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau dan sering dikonsumsi. Kenaikan harganya secara tiba-tiba memaksa banyak keluarga untuk mengurangi frekuensi pembelian atau mencari alternatif protein lain yang mungkin juga mengalami kenaikan harga, sehingga menambah beban pengeluaran.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan biasanya memantau pergerakan harga komoditas pangan strategis, termasuk daging ayam. Langkah-langkah antisipasi seperti operasi pasar, peninjauan ketersediaan pasokan, atau evaluasi kebijakan impor pakan ternak seringkali menjadi opsi untuk menstabilkan harga.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya sempat menunjukkan adanya fluktuasi harga pangan yang mempengaruhi inflasi. Kenaikan harga daging ayam ini perlu dicermati lebih lanjut dampaknya terhadap angka inflasi umum, terutama inflasi harga pangan bergejolak (volatile food).

Masyarakat berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga daging ayam. Solusi jangka pendek seperti stabilisasi pasokan dan harga di pasar, serta solusi jangka panjang terkait dengan efisiensi rantai produksi dan pencegahan penyakit pada ternak, menjadi krusial untuk menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat.

Pergerakan harga daging ayam ke depan akan terus menjadi perhatian publik. Upaya bersama dari semua pihak, mulai dari peternak, pedagang, hingga pemerintah, diperlukan untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp