Monday, 10 August 2026
BREAKING
Berita

Menteri LHK Ungkap Alasan Modifikasi Cuaca Sulit Dilakukan di Kawasan Bromo

Oleh Ishak August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan bahwa upaya modifikasi cuaca atau teknologi water bombing tidak dapat dilakukan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pernyataan ini muncul menyusul adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sebagian wilayah TNBTS beberapa waktu lalu.

Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan ekologis yang spesifik untuk kondisi geografis dan ekosistem Bromo. TNBTS memiliki karakteristik unik yang membuat penerapan teknologi modifikasi cuaca menjadi tidak efektif dan berpotensi menimbulkan masalah baru.

Salah satu alasan utama adalah kondisi topografi kawasan Bromo yang cenderung terjal dan memiliki banyak jurang. Menurut para ahli, penyebaran bahan kimia untuk modifikasi cuaca, seperti garam, memerlukan kondisi atmosfer tertentu dan area yang relatif datar untuk penyebarannya yang optimal. Di medan yang curam, distribusi bahan tersebut bisa menjadi tidak merata dan kurang efektif dalam memicu hujan.

Selain itu, angin kencang yang sering bertiup di kawasan pegunungan seperti Bromo juga menjadi kendala. Angin dapat dengan cepat menyebarkan bahan kimia yang ditaburkan, sehingga mengurangi konsentrasi di area yang ditargetkan untuk memicu hujan. Hal ini membuat upaya modifikasi cuaca menjadi kurang efisien dan membuang sumber daya.

Pertimbangan ekologis juga memegang peranan penting. TNBTS adalah rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang dilindungi. Penaburan bahan kimia dalam skala besar, meskipun dirancang untuk memicu hujan, berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem yang rapuh. Ada kekhawatiran mengenai kontaminasi terhadap tanah, air, dan organisme hidup di dalamnya.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan di TNBTS pada Agustus 2023 sempat menjadi perhatian publik. Kebakaran yang dipicu oleh aktivitas pengunjung yang menyalakan suar untuk keperluan foto pre-wedding tersebut berhasil dipadamkan setelah mengerahkan tim gabungan dan berbagai upaya pemadaman, termasuk pemadaman darat.

Meskipun modifikasi cuaca tidak menjadi opsi, pemerintah dan pengelola TNBTS terus berupaya meningkatkan strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla. Fokus kini diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat, patroli rutin, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran yang dapat memicu kebakaran.

Dengan demikian, penanganan kebakaran di kawasan konservasi seperti Bromo akan lebih mengandalkan metode konvensional yang terbukti aman bagi ekosistem, serta upaya pencegahan yang komprehensif untuk meminimalkan risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp