Monday, 10 August 2026
BREAKING
Teknologi

Kepala Ilmuwan AI Google Undur Diri Setelah 27 Tahun, Sinyal Perubahan Strategi?

Oleh Achmad August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kepala ilmuwan bidang kecerdasan buatan (AI) di Google, Geoffrey Hinton, telah mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan raksasa teknologi tersebut. Keputusan ini diambil setelah Hinton mengabdikan 27 tahun karirnya di Google, sebuah periode yang sangat panjang dalam dunia teknologi yang dinamis. Pengunduran diri Hinton, yang diumumkan pada Senin, 1 Mei 2023, memicu spekulasi mengenai masa depan AI di Google dan arah perusahaan.

Hinton, yang dijuluki sebagai “Bapak AI”, bukan hanya sekadar karyawan biasa di Google. Ia adalah tokoh kunci dalam pengembangan teknologi AI yang mendasari banyak produk dan layanan Google saat ini. Keputusannya untuk meninggalkan perusahaan ini, yang ia sampaikan melalui wawancara dengan The New York Times dan BBC, menimbulkan pertanyaan besar tentang alasan di baliknya. Salah satu alasan utama yang diungkapkan Hinton adalah kekhawatiran mendalamnya terhadap potensi bahaya AI yang tidak terkendali.

Dalam wawancara tersebut, Hinton menyatakan keprihatinannya tentang bagaimana AI dapat disalahgunakan di masa depan. Ia secara spesifik menyoroti potensi penggunaan AI untuk penyebaran disinformasi dan ancaman terhadap lapangan pekerjaan. “Saya khawatir tentang apa yang akan terjadi di masa depan, tentang bagaimana AI dapat digunakan untuk tujuan yang buruk,” ujar Hinton kepada BBC. Kekhawatiran ini tampaknya menjadi pendorong utama di balik keputusannya untuk mundur, memungkinkan dirinya untuk berbicara lebih bebas mengenai isu-isu etika AI tanpa terikat kewajiban perusahaan.

Selama dua dekade lebih di Google, Hinton telah berkontribusi signifikan terhadap kemajuan AI, terutama dalam bidang pembelajaran mendalam (deep learning). Ia bergabung dengan Google pada tahun 2006, setelah sebelumnya mendirikan dan memimpin perusahaan yang kemudian diakuisisi oleh Google, yaitu DNNresearch Inc. Karyanya telah meletakkan dasar bagi banyak terobosan AI yang kita nikmati saat ini. Namun, kini ia memilih untuk mengakhiri perjalanannya di perusahaan tersebut.

Pengunduran diri Hinton terjadi di tengah persaingan ketat di industri AI, di mana perusahaan-perusahaan teknologi besar berlomba-lomba mengembangkan teknologi AI generatif yang semakin canggih. Munculnya model-model AI seperti ChatGPT dari OpenAI telah memberikan tekanan signifikan pada Google untuk berinovasi lebih cepat. Meskipun demikian, Hinton menegaskan bahwa keputusannya tidak didorong oleh persaingan internal atau ketidakpuasan terhadap strategi perusahaan. Sebaliknya, ia ingin memberikan peringatan kepada publik dan para pembuat kebijakan mengenai potensi risiko yang dihadapi umat manusia akibat perkembangan AI.

Dengan kepergian Hinton, Google kemungkinan akan menghadapi tantangan dalam mempertahankan kepemimpinan inovasinya di bidang AI. Namun, perusahaan ini telah menyatakan penghargaan yang mendalam atas kontribusi Hinton dan menghormati keputusannya. Masa depan AI di Google kini menjadi sorotan, seiring dengan pergeseran yang mungkin terjadi pasca-kepergian salah satu tokoh paling berpengaruh di bidang ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp